Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Oksigen Industri di India Dialihkan untuk Pasien Corona

 

Pemerintah India untuk sementara melarang pasokan oksigen untuk industri karena persediaan untuk kebutuhan medis semakin menipis akibat lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19).

, Jumat (23/4), keputusan itu disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri India pada Kamis (22/4) kemarin.

Mereka menyatakan tidak akan melarang pengiriman oksigen antarnegara bagian asalkan hanya untuk keperluan medis.

 

Keputusan itu disampaikan Kemendagri India karena sejumlah negara bagian melarang pengiriman oksigen ke luar wilayah mereka, karena khawatir pasokan untuk pasien virus corona yang terus bertambah tidak mencukupi.

Menurut Menteri Besar Delhi, Arvind Kejriwal, mereka juga butuh pasokan oksigen dari wilayah lain karena tidak ada pabrik oksigen di wilayah itu. Mereka juga bergantung terhadap berbagai pemasok untuk memenuhi permintaan, termasuk di wilayah ibu kota negara.

Akibat pembatasan yang dilakukan pemerintah daerah lain mengakibatkan pasokan oksigen medis di Delhi terganggu. Kejriwal memohon kepada kepala daerah lain supaya bisa menghadapi lonjakan kasus infeksi bersama-sama.

Kelangkaan oksigen itu bukan cuma terjadi di Delhi, tetapi hampir merata di seluruh negara bagian di India.

Bahkan, sejumlah rumah sakit swasta ternama seperti Fortis sampai mencuit melalui Twitter meminta bantuan pemerintah pusat menjaga pasokan oksigen bagi pasien corona.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Selasa lalu berjanji mengirim bantuan 100 ribu tabung oksigen ke seluruh wilayah.

Dia juga mendesak supaya produksi oksigen untuk kebutuhan medis ditambah dan proses pengirimannya diperbaiki.

Kasus infeksi corona di India terus melonjak hingga membuat tenaga kesehatan dan rumah sakit di negara itu nyaris keteteran menangani pasien. Kemarin mereka mencatat rekor dunia terkait penambahan kasus infeksi harian, yakni hingga lebih dari 300 ribu orang dalam sehari.

Lonjakan itu diduga akibat sikap penduduk yang mengabaikan protokol kesehatan, serta berkeras melakukan ritual keagamaan yang mengundang keramaian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini