Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Oksigen Industri di India Dialihkan untuk Pasien Corona

 

Pemerintah India untuk sementara melarang pasokan oksigen untuk industri karena persediaan untuk kebutuhan medis semakin menipis akibat lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19).

, Jumat (23/4), keputusan itu disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri India pada Kamis (22/4) kemarin.

Mereka menyatakan tidak akan melarang pengiriman oksigen antarnegara bagian asalkan hanya untuk keperluan medis.

 

Keputusan itu disampaikan Kemendagri India karena sejumlah negara bagian melarang pengiriman oksigen ke luar wilayah mereka, karena khawatir pasokan untuk pasien virus corona yang terus bertambah tidak mencukupi.

Menurut Menteri Besar Delhi, Arvind Kejriwal, mereka juga butuh pasokan oksigen dari wilayah lain karena tidak ada pabrik oksigen di wilayah itu. Mereka juga bergantung terhadap berbagai pemasok untuk memenuhi permintaan, termasuk di wilayah ibu kota negara.

Akibat pembatasan yang dilakukan pemerintah daerah lain mengakibatkan pasokan oksigen medis di Delhi terganggu. Kejriwal memohon kepada kepala daerah lain supaya bisa menghadapi lonjakan kasus infeksi bersama-sama.

Kelangkaan oksigen itu bukan cuma terjadi di Delhi, tetapi hampir merata di seluruh negara bagian di India.

Bahkan, sejumlah rumah sakit swasta ternama seperti Fortis sampai mencuit melalui Twitter meminta bantuan pemerintah pusat menjaga pasokan oksigen bagi pasien corona.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Selasa lalu berjanji mengirim bantuan 100 ribu tabung oksigen ke seluruh wilayah.

Dia juga mendesak supaya produksi oksigen untuk kebutuhan medis ditambah dan proses pengirimannya diperbaiki.

Kasus infeksi corona di India terus melonjak hingga membuat tenaga kesehatan dan rumah sakit di negara itu nyaris keteteran menangani pasien. Kemarin mereka mencatat rekor dunia terkait penambahan kasus infeksi harian, yakni hingga lebih dari 300 ribu orang dalam sehari.

Lonjakan itu diduga akibat sikap penduduk yang mengabaikan protokol kesehatan, serta berkeras melakukan ritual keagamaan yang mengundang keramaian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)