Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Mobil Listrik Honda HR-V Diduga Lahir di China

 

Honda mengumumkan bakal memperkenalkan 10 mobil listrik baru dalam lima tahun ke depan untuk pasar China. Model pertama dikatakan versi produksi unit konsep e:Prototype yang dicurigai merupakan Vezel atau HR-V versi listrik.

Model konsep e:Prototype sudah diperkenalkan saat pembukaan Shanghai Auto Show pada Senin (19/4). Honda juga memperkenalkan untuk pertama kalinya ke hadapan dunia mobil plug-in hybrid pertama di China, Breeze PHEV.

Autocar menjelaskan e:Prototype diduga dirancang menggunakan basis Mk3 HR-V yang sejauh ini sudah ditawarkan di Eropa sebagai produk hybrid. Ini sebabnya muncul spekulasi mobil listrik HR-V, meski desain eksterior, terutama bagian wajah e:Prototype, telah diubah, seperti pada bagian grill yang tertutup penanda mobil listrik.

 

Autoblog memaparkan Honda belum menjelaskan spesifikasi detail e:Prototype, namun ini dikatakan evolusi model bernama serupa yang sudah dipamerkan di Beijing pada 2020. Tidak seperti pendahulunya, e:Prototype kini punya empat pintu.

Honda mengatakan e:Prototype dilengkapi generasi ketiga sistem Honda Connect. Dikatakan mobil ini sangat bergantung pada pengenalan suara dan bisa mengoperasikan fitur seperti belanja online dan integrasi ponsel.

Honda belum mengungkap informasi soal interior. Selain itu juga tidak ada keterangan soal sistem gerak listrik yang digunakan, termasuk jarak tempuhnya.

Secara keseluruhan e:Prototype terlihat hampir sempurna sebagai mode produksi. Namun kemungkinan Honda masih butuh berbagai penyesuaian, termasuk soal nama e:Prototype yang kemungkinan hanya untuk kebutuhan pameran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini