Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Paten Ponsel Pintar dengan Panel Surya Terungkap


Xiaomi kabarnya tengah mengembangkan smartphone yang ditenagai dengan panel surya. Paten ini ditemukan pada basis data rancangan World Intellectual Property Office (WIPO). Pada gambar paten yang terungkap, panel surya ini ditempatkan di bagian belakang ponsel.

Perkiraan ditempatkannya panel surya pada ponsel ini tampak dari gambar bagian belakang ponsel yang dilengkapi dengan kisi-kisi. Penempatan panel surya ini diperkirakan untuk memenuhi permintaan pasar yang haus akan baterai ponsel yang lebih tahan lama.

Namun, dalam paten itu tidak dijelaskan apakah panel surya ini digunakan untuk membantu memberi tenaga tambahan pada ponsel dalam jangka waktu lama atau sekedar memberi tenaga cadangan saat kondisi darurat, seperti dilaporkan Notebook Check.

Paten ini didaftarkan pada 27 Juli tahun lalu. Terdapat tujuh sketsa yang menunjukkan bagian depan ponsel dipenuhi layar tanpa terlihat adanya tempat untuk menempatkan sensor dan kamera, seperti dilansir Lets Go Digital.

Tidak tampak juga adanya pop-up kamera pada ponsel ini. Sehingga diperkirakan ponsel ini menggunakan kamera depan bawah layar. Teknologi kamera bawah layar ini memang tengah dikembangkan saat ini.

Pada bagian belakang, tampak dua kamera dengan sebuah flash di antara dua kamera ini. Tidak nampak juga adanya pemindai sidik jari pada bagian belakang ponsel. Sehingga diperkirakan ponsel ini menggunakan teknologi pemindai sidik jari bawah layar.
Pada gambar rancangan ini, panel surya tampak menutup lebih dari setengah bagian bodi ponsel di bagian belakang. Panel surya ini sepertinya tidak membuat ponsel Xiaomi ini lebih tebal. Sebab, modul kamera tampak lebih menonjol dari panel surya itu sendiri. Rancangan tersebut bisa dilihat pada tautan ini.

Selain Xiaomi, terdapat sejumlah pemanufaktur ponsel lain yang tengah mengembangkan ponsel yang menggunakan panel surya. Contohnya pemanufaktur ponsel asal Rusia, Caviar.

Tahun lalu pemanufaktur ini telah merilis ponsel dengan panel surya untuk ponsel yang disebut iPhone X Tesla. Lebih lawas lagi, Samsung sempat meluncurkan Guru E1107 pada 2009 yang juga terintegrasi dengan panel surya.
Lantas, seberapa efektif panel surya untuk menghasilkan energi listrik? LG sempat merilis baterai tambahan dengan tenaga surya pada 2010. Aksesoris ini bisa menghidupkan ponsel fitur (feature phone) dengan layar 3 inci selama 2 menit jika baterai dijemur selama 10 menit.

Efisiensi panel surya untuk menghasilkan energi saat ini memang tidak begitu mencengangkan. Pasalnya, panel surya terbaik pun nilai efisiensi untuk mengubah energi matahari menjadi listrik baru bernilai 20 persen saja.

Ini berarti setiap meter persegi panel surya bisa menghasilkan 400 kWh per tahun dari total cahaya matahari sebesar 2000 kWh per tahun. Nilai ini diperoleh berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, pada daerah dengan intensitas matahari yang tinggi di Colorado tengah, AS. Panel surya akan memproduksi lebih sedikit cahaya di daerah yang lebih teduh dan berawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)