Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Paten Ponsel Pintar dengan Panel Surya Terungkap


Xiaomi kabarnya tengah mengembangkan smartphone yang ditenagai dengan panel surya. Paten ini ditemukan pada basis data rancangan World Intellectual Property Office (WIPO). Pada gambar paten yang terungkap, panel surya ini ditempatkan di bagian belakang ponsel.

Perkiraan ditempatkannya panel surya pada ponsel ini tampak dari gambar bagian belakang ponsel yang dilengkapi dengan kisi-kisi. Penempatan panel surya ini diperkirakan untuk memenuhi permintaan pasar yang haus akan baterai ponsel yang lebih tahan lama.

Namun, dalam paten itu tidak dijelaskan apakah panel surya ini digunakan untuk membantu memberi tenaga tambahan pada ponsel dalam jangka waktu lama atau sekedar memberi tenaga cadangan saat kondisi darurat, seperti dilaporkan Notebook Check.

Paten ini didaftarkan pada 27 Juli tahun lalu. Terdapat tujuh sketsa yang menunjukkan bagian depan ponsel dipenuhi layar tanpa terlihat adanya tempat untuk menempatkan sensor dan kamera, seperti dilansir Lets Go Digital.

Tidak tampak juga adanya pop-up kamera pada ponsel ini. Sehingga diperkirakan ponsel ini menggunakan kamera depan bawah layar. Teknologi kamera bawah layar ini memang tengah dikembangkan saat ini.

Pada bagian belakang, tampak dua kamera dengan sebuah flash di antara dua kamera ini. Tidak nampak juga adanya pemindai sidik jari pada bagian belakang ponsel. Sehingga diperkirakan ponsel ini menggunakan teknologi pemindai sidik jari bawah layar.
Pada gambar rancangan ini, panel surya tampak menutup lebih dari setengah bagian bodi ponsel di bagian belakang. Panel surya ini sepertinya tidak membuat ponsel Xiaomi ini lebih tebal. Sebab, modul kamera tampak lebih menonjol dari panel surya itu sendiri. Rancangan tersebut bisa dilihat pada tautan ini.

Selain Xiaomi, terdapat sejumlah pemanufaktur ponsel lain yang tengah mengembangkan ponsel yang menggunakan panel surya. Contohnya pemanufaktur ponsel asal Rusia, Caviar.

Tahun lalu pemanufaktur ini telah merilis ponsel dengan panel surya untuk ponsel yang disebut iPhone X Tesla. Lebih lawas lagi, Samsung sempat meluncurkan Guru E1107 pada 2009 yang juga terintegrasi dengan panel surya.
Lantas, seberapa efektif panel surya untuk menghasilkan energi listrik? LG sempat merilis baterai tambahan dengan tenaga surya pada 2010. Aksesoris ini bisa menghidupkan ponsel fitur (feature phone) dengan layar 3 inci selama 2 menit jika baterai dijemur selama 10 menit.

Efisiensi panel surya untuk menghasilkan energi saat ini memang tidak begitu mencengangkan. Pasalnya, panel surya terbaik pun nilai efisiensi untuk mengubah energi matahari menjadi listrik baru bernilai 20 persen saja.

Ini berarti setiap meter persegi panel surya bisa menghasilkan 400 kWh per tahun dari total cahaya matahari sebesar 2000 kWh per tahun. Nilai ini diperoleh berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, pada daerah dengan intensitas matahari yang tinggi di Colorado tengah, AS. Panel surya akan memproduksi lebih sedikit cahaya di daerah yang lebih teduh dan berawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini