Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

4G Indosat dan Tri Kena Dampak Paling Parah Saat Mati Listrik


Riset perusahaan analitik mobile Open Signal menunjukkan bahwa saat pemadaman listrik besar-besaran di sebagian pulau Jawa pada, Minggu (4/8), berdampak paling parah pada layanan 4G operator Tri dan Indosat.

Temuan Open Signal itu diukur tidak hanya terbatas pada area yang terkena pemadaman listrik, namun menyebar ke seluruh kota di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Menurut data Open Signal, ketersediaan jaringan 4G Indosat dan Tri turun drastis hingga di bawah 20 persen. Berbeda dengan operator telekomunikasi lainnya seperti Smartfren, Telkomsel, dan XL penurunan yang terjadi hanya gradual (sedikit demi sedikit) dan terbatas.

"Para pengguna Tri kami di Jakarta mengalami dampak yang terbesar dengan penurunan ketersediaan 4G mereka dari rerata 90,4 persen menjadi 12,9 persen pada pukul 13.00 WIB," tulis Perwakilan Open Signal dikutip dari laporan dampak pemadaman listrik terhadap operator yang diterima
"Sementara para pengguna Indosat kami adalah yang paling lama mengalami dampak kejadian tersebut karena memerlukan waktu hingga 14 jam untuk memulihkan jaringan ibu kota."


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com
Lebih lanjut data menunjukkan jaringan 4G Telkomsel dan XL menyentuh titik terendah sekitar 50 persen selama 4 hingga 5 jam setelah mulainya pemadaman listrik. 
Sedangkan pengguna Smartfren merasakan dampak yang sedikit, pengguna masih dapat mengakses jaringan 4G Smartfren sekitar 73 persen. Sebab menurut Open Signal, operator lebih fokus kepada area geografis yang terbatas dibanding operator lain.

Temuan lain Open Signal ialah pengguna Telkomsel dan Indosat harus menunggu selama 19 jam untuk menikmati kembali jaringan 4G. Meskipun Tri menerima dampak yang lebih parah namun dari segi penanganan, Tri dianggap lebih cepat memulihkan layanan 4G dibanding Indosat.

Open Signal juga mencatat, jaringan 4G Smartfren paling cepat memulihkan jaringan mereka setelah 11 jam pemadaman dan mengalami ketersediaan 4G tertinggi di seluruh wilayah selama pemadaman listrik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?