Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Tri Sebut Rugi Hingga Rp15 M Imbas Listrik Mati


Wakil direktur Hutchison Tri Indonesia M. Danny Buldansyah mengungkapkan gangguan listrik padam pada Minggu (4/8) siang memberikan kerugian bagi pihaknya.

Kendati ia mengaku susah melihat potensi kerugian jika diukur dari angka, namun ia memperkirakan kerugian sekitar 15 hingga 20 persen dari pendapatan harian. Danny memperkirakan Tri menelan kerugian sebesar Rp10 hingga Rp15 miliar selama waktu pemadaman listrik.

"Total kerugian material diperkirakan sekitar 15 hingga 20 persen dari pendapatan harian seperti biasa, atau sekitar Rp10-15 miliar," jelas Danny saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (5/8).

Menurutnya kerugian material dilihat dari dua hal yakni dari pengguna layanan telepon, data, dan pesan singkat (SMS) serta dari orang yang mau membeli baru.

Danny juga mengatakan kerugian immaterial imbas listrik padam nilainya justru lebih besar. Kerugian yang dimaksud mencakup mobilisasi orang untuk proses perbaikan, mobile genset, hingga bahan bakar untuk kebutuhan genset.

"Kemarin susah koordinasi karena hampir semua (layanan), mati termasuk operator lain juga mati dan susah, ini yang membuat koordinasi agak lama dan susah sekali," terangnya.
Danny menerangkan jaringan Tri turut mengalami gangguan tak lama setelah listrik padam sekitar pukul 11.40-11.50 WIB. Kendati demikian, ia mengatakan layanannya masih bisa diakses berkat baterai back up yang bisa bertahan sekitar 3-4 jam.

"Kita mobilisasi orang untuk memperbaiki sekitar 3500-4000 BTS yang mati total dan kami mengerahkan sekitar 400-500 genset mobile untuk pasokan baterai," terang Danny.

Ia mengatakan secara berangsur-angsur layanan Tri mulai bisa digunakan kembali pukul 17.30 WIB. Pada Senin (5/8) sekitar pukul 03.00 dini hari seluruh layanan sudah bisa digunakan kembali. Untuk mengantisipasi kemungkinan pemadaman listrik bergilir, Danny mengatakan Tri akan mensiagakan genset demi memasok daya baterai BTS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini