Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Tri Sebut Rugi Hingga Rp15 M Imbas Listrik Mati


Wakil direktur Hutchison Tri Indonesia M. Danny Buldansyah mengungkapkan gangguan listrik padam pada Minggu (4/8) siang memberikan kerugian bagi pihaknya.

Kendati ia mengaku susah melihat potensi kerugian jika diukur dari angka, namun ia memperkirakan kerugian sekitar 15 hingga 20 persen dari pendapatan harian. Danny memperkirakan Tri menelan kerugian sebesar Rp10 hingga Rp15 miliar selama waktu pemadaman listrik.

"Total kerugian material diperkirakan sekitar 15 hingga 20 persen dari pendapatan harian seperti biasa, atau sekitar Rp10-15 miliar," jelas Danny saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (5/8).

Menurutnya kerugian material dilihat dari dua hal yakni dari pengguna layanan telepon, data, dan pesan singkat (SMS) serta dari orang yang mau membeli baru.

Danny juga mengatakan kerugian immaterial imbas listrik padam nilainya justru lebih besar. Kerugian yang dimaksud mencakup mobilisasi orang untuk proses perbaikan, mobile genset, hingga bahan bakar untuk kebutuhan genset.

"Kemarin susah koordinasi karena hampir semua (layanan), mati termasuk operator lain juga mati dan susah, ini yang membuat koordinasi agak lama dan susah sekali," terangnya.
Danny menerangkan jaringan Tri turut mengalami gangguan tak lama setelah listrik padam sekitar pukul 11.40-11.50 WIB. Kendati demikian, ia mengatakan layanannya masih bisa diakses berkat baterai back up yang bisa bertahan sekitar 3-4 jam.

"Kita mobilisasi orang untuk memperbaiki sekitar 3500-4000 BTS yang mati total dan kami mengerahkan sekitar 400-500 genset mobile untuk pasokan baterai," terang Danny.

Ia mengatakan secara berangsur-angsur layanan Tri mulai bisa digunakan kembali pukul 17.30 WIB. Pada Senin (5/8) sekitar pukul 03.00 dini hari seluruh layanan sudah bisa digunakan kembali. Untuk mengantisipasi kemungkinan pemadaman listrik bergilir, Danny mengatakan Tri akan mensiagakan genset demi memasok daya baterai BTS.

Komentar