Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Kerusuhan Penjara Brasil hingga PM Inggris Boyong Kekasih


Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai negara pada Selasa (30/7) kemarin. Mulai dari kerusuhan penjara di Brasil hingga PM Inggris Boris Johnson boyong kekasih ke rumah dinas. Semua dirangkum
1. Puluhan Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Brasil

Korban meninggal dalam kerusuhan di penjara Kota Altamira, Negara Bagian Pata, Brasil dilaporkan mencapai 57 orang. Peristiwa berdarah itu terjadi akibat pertikaian dua kelompok geng, Comando Classe A dan Comando Vermelho atau Red Command.


Kebanyakan korban meninggal karena terjebak di sel akibat menghirup asap bangunan yang dibakar. Kemudian sebanyak 16 orang tewas dipancung. Para napi sempat menahan dua sipir, tetapi akhirnya dilepaskan.


Kerusuhan maut di dalam penjara di Brasil sudah berulang kali terjadi. Pada Mei lalu 55 orang napi meninggal dalam kerusuhan di sebuah penjara di Negara Bagian Amazonas. Masih di tempat yang sama, dua tahun lalu juga terjadi kerusuhan penjara selama sepekan mengakibatkan 150 napi meninggal.

Keberadaan sejumlah geng membuat Brasil menjadi salah satu negara dengan tingkat kekerasan yang tinggi di dunia.


2. Senat Gagal Lawan Veto Trump, AS Tetap Jual Senjata ke Saudi

Senat Amerika Serikat gagal mencegah penjualan senjata senilai US$81 miliar atau setara Rp113,1 triliun ke Arab Saudi.

Dikutip AFP, AS tetap akan melanjutkan penjualan senjata setelah Presiden Donald Trump memveto tiga resolusi Kongres yang memblokir penjualan senjata kepada negara sekutu termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pemungutan suara yang dilakukan Kongres tak memenuhi jumlah dukungan untuk bisa membatalkan veto Trump.


Penolakan ini mulai digaungkan sejak akhir tahun lalu, ketika Trump dianggap terlalu lembek terhadap Saudi ketika kasus pembunuhan Jurnalis The Washington Post Jamal Khashoggi mencuat.

Para pengkritik juga mengatakan penjualan senjata hanya akan memperburuk perang di Yaman.


3. PM Inggris Boris Johnson dan Kekasih Tinggal Serumah

Boris Johnson resmi menempati rumah dinas sekaligus kantor perdana menteri Inggris, Downing Street No 10, mulai awal pekan ini setelah dilantik sebagai pemimpin baru negara di barat laut Eropa itu pada pekan lalu.

Juru bicara kantor Perdana Menteri Inggris pada Selasa (30/7) menuturkan Johnson juga turut membawa kekasihnya, Carrie Symonds, tinggal di Downing Street 10.


Dikutip CNN, langkah ini menjadikan Johnson merupakan PM Inggris pertama yang tinggal bersama pasangannya di Downing Street No 10 dengan status belum menikah.

Rumor hubungan antara Symonds dan Johnson telah lama beredar. Namun, keduanya baru benar-benar terlihat bersama di depan publik pada Juni 2019 lalu ketika Symonds mendukung pencalonan Johnson sebagai PM Inggris.

Sebelum berhubungan dengan Symonds, Johnson pernah menikah dua kali. Johnson bercerai dengan istri keduanya, Marina Wheeler, setelah 25 tahun menikah dan memiliki empat orang anak.

Keduanya mengumumkan perceraian pada September lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025