Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Emas Sentuh Rp766 Ribu per Gram


Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTAM berada di posisi Rp766 ribu per gram pada Jumat (16/8) atau naik Rp7.000 dari Rp759 ribu per gram pada Kamis (15/8). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) meningkat Rp7.000 dari Rp687 ribu per gram menjadi Rp694 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp407 ribu, 2 gram Rp1,48 juta, 3 gram Rp2,2 juta, 5 gram Rp3,65 juta, 10 gram Rp7,23 juta, 25 gram Rp17,98 juta, dan 50 gram Rp35,88 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp71,7 juta, 250 gram Rp176 juta, 500 gram Rp35,8 juta, dan 1 kilogram Rp715,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan perdagangan spot berada di posisi US$1.521,47 per troy ons atau meroket 0,4 persen. Sedang emas berjangka AS di posisi US$1.531,2 naik 0,2 persen.
Analis Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan kenaikan harga emas dipicu menurunnya minat investor kepada investasi risiko tinggi. Sebaliknya, pasar mulai memborong aset safe haven yang notabene lebih rendah risiko.

"Risk appetite investor sedang sangat rendah, aset-aset berisiko di negara berkembang akan kesulitan menjaring peminat," kata Ibrahim
Kondisi tersebut merupakan imbas meningkatnya persepsi risiko resesi ekonomi global. Resesi ekonomi merupakan kondisi di mana pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut.
Menurut dia, sinyal resesi terlihat dari inversi imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS mengalami inversi alias yang jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. Dalam hal ini yield obligasi tenor 2 tahun lebih tinggi ketimbang 10 tahun. Tak hanya di AS, yield obligasi jangka panjang di beberapa negara juga terkoreksi.

"Imbal hasil obligasi AS 30 tahun mencapai titik terendah sepanjang masa, sementara imbal hasil pada obligasi 10 tahun Jerman dan Prancis menandai rekor terendah baru di wilayah negatif," paparnya.

Ia memprediksi emas internasional akan diperdagangkan di level US$1.491-US$1.541 per troy ons pada hari ini. Sedangkan logam mulia Antam akan diperdagangkan di level Rp785 ribu-Rp808 ribu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?