Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Harga Emas Sentuh Rp766 Ribu per Gram


Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTAM berada di posisi Rp766 ribu per gram pada Jumat (16/8) atau naik Rp7.000 dari Rp759 ribu per gram pada Kamis (15/8). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) meningkat Rp7.000 dari Rp687 ribu per gram menjadi Rp694 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp407 ribu, 2 gram Rp1,48 juta, 3 gram Rp2,2 juta, 5 gram Rp3,65 juta, 10 gram Rp7,23 juta, 25 gram Rp17,98 juta, dan 50 gram Rp35,88 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp71,7 juta, 250 gram Rp176 juta, 500 gram Rp35,8 juta, dan 1 kilogram Rp715,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan perdagangan spot berada di posisi US$1.521,47 per troy ons atau meroket 0,4 persen. Sedang emas berjangka AS di posisi US$1.531,2 naik 0,2 persen.
Analis Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan kenaikan harga emas dipicu menurunnya minat investor kepada investasi risiko tinggi. Sebaliknya, pasar mulai memborong aset safe haven yang notabene lebih rendah risiko.

"Risk appetite investor sedang sangat rendah, aset-aset berisiko di negara berkembang akan kesulitan menjaring peminat," kata Ibrahim
Kondisi tersebut merupakan imbas meningkatnya persepsi risiko resesi ekonomi global. Resesi ekonomi merupakan kondisi di mana pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut.
Menurut dia, sinyal resesi terlihat dari inversi imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS mengalami inversi alias yang jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. Dalam hal ini yield obligasi tenor 2 tahun lebih tinggi ketimbang 10 tahun. Tak hanya di AS, yield obligasi jangka panjang di beberapa negara juga terkoreksi.

"Imbal hasil obligasi AS 30 tahun mencapai titik terendah sepanjang masa, sementara imbal hasil pada obligasi 10 tahun Jerman dan Prancis menandai rekor terendah baru di wilayah negatif," paparnya.

Ia memprediksi emas internasional akan diperdagangkan di level US$1.491-US$1.541 per troy ons pada hari ini. Sedangkan logam mulia Antam akan diperdagangkan di level Rp785 ribu-Rp808 ribu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025