Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Emas Sentuh Rp766 Ribu per Gram


Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTAM berada di posisi Rp766 ribu per gram pada Jumat (16/8) atau naik Rp7.000 dari Rp759 ribu per gram pada Kamis (15/8). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) meningkat Rp7.000 dari Rp687 ribu per gram menjadi Rp694 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp407 ribu, 2 gram Rp1,48 juta, 3 gram Rp2,2 juta, 5 gram Rp3,65 juta, 10 gram Rp7,23 juta, 25 gram Rp17,98 juta, dan 50 gram Rp35,88 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp71,7 juta, 250 gram Rp176 juta, 500 gram Rp35,8 juta, dan 1 kilogram Rp715,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan perdagangan spot berada di posisi US$1.521,47 per troy ons atau meroket 0,4 persen. Sedang emas berjangka AS di posisi US$1.531,2 naik 0,2 persen.
Analis Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan kenaikan harga emas dipicu menurunnya minat investor kepada investasi risiko tinggi. Sebaliknya, pasar mulai memborong aset safe haven yang notabene lebih rendah risiko.

"Risk appetite investor sedang sangat rendah, aset-aset berisiko di negara berkembang akan kesulitan menjaring peminat," kata Ibrahim
Kondisi tersebut merupakan imbas meningkatnya persepsi risiko resesi ekonomi global. Resesi ekonomi merupakan kondisi di mana pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut.
Menurut dia, sinyal resesi terlihat dari inversi imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS mengalami inversi alias yang jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. Dalam hal ini yield obligasi tenor 2 tahun lebih tinggi ketimbang 10 tahun. Tak hanya di AS, yield obligasi jangka panjang di beberapa negara juga terkoreksi.

"Imbal hasil obligasi AS 30 tahun mencapai titik terendah sepanjang masa, sementara imbal hasil pada obligasi 10 tahun Jerman dan Prancis menandai rekor terendah baru di wilayah negatif," paparnya.

Ia memprediksi emas internasional akan diperdagangkan di level US$1.491-US$1.541 per troy ons pada hari ini. Sedangkan logam mulia Antam akan diperdagangkan di level Rp785 ribu-Rp808 ribu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)