Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Puan Dukung Rektor Asing: Kenapa Kita Tak Bisa Berpikir Maju?


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK) Puan Maharani mengatakan rencana mendatangkan rektor asing merupakan cara untuk berpikir maju dalam mencari solusi meningkatkan kualitas perguruan tinggi negeri (PTN). Rencana itu kini masih digodok Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir.

"Jadi semangatnya bagaimana universitas itu bisa lebih baik daripada sekarang. Kenapa kemudian kita tidak mencoba untuk bisa mempunyai pemikiran yang lebih maju," kata Puan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/8).

Puan menyebut kehadiran rektor asing diharapkan bisa membawa universitas negeri di Indonesia lebih baik daripada saat ini.


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


"Namun tentu saja itu harus dilihat lagi konsekuensi dan manfaat ke depan seperti apa," ujarnya melanjutkan.

Puan belum mengetahui perguruan tinggi mana (PTN) mana saja yang nanti akan dipimpin oleh rektor asing. Menurutnya, pembahasan soal rektor asing belum pada tahap pemilihan kampus yang akan dipimpin nanti.
Ia menyatakan akan ada kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah.

Politikus PDIP itu menjelaskan pemerintah turut memperhatikan konsekuensi rektor asing memimpin PTN. Yang pasti, kata Puan, pemerintah Presiden Joko Widodo yang fokus dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) pada lima tahun mendatang.

"Ini mau kami lihat. Yang pasti ke depan itu fokus pemerintah adalah SDM yang lebih unggul, sumber daya manusia Indonesia yang lebih berdaya dan bisa mempunyai kompetensi lebih baik. Ya bagaimana menuju ke arah sana," tuturnya.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir berencana mendatangkan rektor asing untuk memimpin PTN. Dia mengatakan tengah menyiapkan peraturan untuk menunjang pelaksanaan kebijakan tersebut.

Nasir sendiri ingin menerapkan rencana itu dalam rangka meningkatkan peringkat PTN Indonesia di level internasional. Menurutnya, mendatangkan rektor asing bisa menjadi solusi mujarab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?