Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Emas jatuh ke level terendah lima bulan

PT Best Profit Futures Pekanbaru Emas merosot ke level terendah lima bulan pada penutupan perdagangan Selasa di pasar Amerika Serikat. Antisipasi pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menggerus pamor logam mulia.Mengutip CNBC, emas spot ditutup melorot 0,1% ke posisi US$ 1.240,64 per ons troi, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 20 Juli di US$ 1.235,92 per ons troi. 

Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di Comex-AS juga berakhir turun 0,40% menjadi US$ 1.241,70 per ons troi. Namun, di pasar Asia, harganya bergerak naik ke US$ 1.245,4 per ons troi pada Rabu pukul 07.37 WIB.Daya tarik emas melemah di tengah penantian hasil pertemuan FOMC. Pasar mencari petunjuk mengenai arah kebijakan lebih lanjut dari Federal Reserve. Best Profit Pekanbaru

Mayoritas investor juga berekspektasi akan ada kenaikan suku bunga acuan. Sentimen ini mendukung dollar AS, sehingga cukup stabil.Penguatan mata uang Paman Sam biasanya bergerak berlawanan dengan emas. Sebab, komoditas yang diperdagangkan dalam dollar AS akan menjadi lebih mahal saat mata uang tersebut menguat. 

Sementara itu, di pasar saham, dua indeks acuan di Wall Street kembali mengukir rekor tertinggi.Potensi kehilangan keuntungan menahan emas naik, karena jika Anda memegang emas, maka Anda kehilangan kesempatan untuk memiliki saham yang harganya lebih tinggi atau mungkin bitcoin yang harganya lebih tinggi," kata kepala riset logam Societe Generale, Robin Bhar. Emas tidak memiliki banyak peluang untuk maju saat ini," imbuhnya. PT Bestprofit Pekanbaru


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini