Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Emas jatuh ke level terendah lima bulan

PT Best Profit Futures Pekanbaru Emas merosot ke level terendah lima bulan pada penutupan perdagangan Selasa di pasar Amerika Serikat. Antisipasi pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menggerus pamor logam mulia.Mengutip CNBC, emas spot ditutup melorot 0,1% ke posisi US$ 1.240,64 per ons troi, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 20 Juli di US$ 1.235,92 per ons troi. 

Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di Comex-AS juga berakhir turun 0,40% menjadi US$ 1.241,70 per ons troi. Namun, di pasar Asia, harganya bergerak naik ke US$ 1.245,4 per ons troi pada Rabu pukul 07.37 WIB.Daya tarik emas melemah di tengah penantian hasil pertemuan FOMC. Pasar mencari petunjuk mengenai arah kebijakan lebih lanjut dari Federal Reserve. Best Profit Pekanbaru

Mayoritas investor juga berekspektasi akan ada kenaikan suku bunga acuan. Sentimen ini mendukung dollar AS, sehingga cukup stabil.Penguatan mata uang Paman Sam biasanya bergerak berlawanan dengan emas. Sebab, komoditas yang diperdagangkan dalam dollar AS akan menjadi lebih mahal saat mata uang tersebut menguat. 

Sementara itu, di pasar saham, dua indeks acuan di Wall Street kembali mengukir rekor tertinggi.Potensi kehilangan keuntungan menahan emas naik, karena jika Anda memegang emas, maka Anda kehilangan kesempatan untuk memiliki saham yang harganya lebih tinggi atau mungkin bitcoin yang harganya lebih tinggi," kata kepala riset logam Societe Generale, Robin Bhar. Emas tidak memiliki banyak peluang untuk maju saat ini," imbuhnya. PT Bestprofit Pekanbaru


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)