Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga minyak tergelincir menunggu data stok


PT Best Profit Futures Pekanbaru Harga minyak terpeleset lagi setelah ditutup menguat tipis kemarin. Rabu pukul 7.20 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2018 di New York Mercantile Exchange turun 0,35% ke US$ 57,42 per barel. 

Kemarin, harga minyak WTI menguat ke US$ 57,62 per barel. Harga minyak brent untuk pengiriman Februari 2018 di ICE Futures kemarin pun menguat 0,65% ke US$ 62,86 per barel. Kemarin, Goldman Sachs mengerek prediksi harga minyak brent tahun depan menjadi US$ 62 per barel dan minyak WTI di US$ 57,50 per barel. Best Profit Pekanbaru

Sebelumnya Goldman memperkirakan harga minyak brent tahun depan di level US$ 58 per barel dan WTI pada US$ 55 per barel.Dalam catatan, analis Goldman mengatakan bahwa risiko tetap ada pada pasar minyak tahun depan. Risiko justru mengarah ke harga yang terlalu tinggi. "Kami melihat risiko pengetatan karena pemangkasan atau permintaan yang lebih tinggi ketimbang prediksi," kata analis Goldman yang dikutip CNBC

Gerogi Slavov, head of research Marex Spectron mengatakan, permintaan minyak masih kuat dan mendorong harga minyak. "Harga minyak masih berpeluang bertahan di atas US$ 60 per barel," kata dia. American Petroleum Institute (API) diperkriakan merilis data penurunan stok minyak Amerika Serikat (AS) hingga 3,5 juta barel hingga akhir pekan lalu. PT Bestprofit Pekanbaru

Sedangkan analis Morgan Stanley, dalam catatan Senin memperkirakan bahwa permintaan minyak tahun depan akan melampaui pasokan. Pertumbuhan terbesar pasokan minyak tahun depan akan berasal dari AS dan Kanada. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)