Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga minyak tergelincir menunggu data stok


PT Best Profit Futures Pekanbaru Harga minyak terpeleset lagi setelah ditutup menguat tipis kemarin. Rabu pukul 7.20 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2018 di New York Mercantile Exchange turun 0,35% ke US$ 57,42 per barel. 

Kemarin, harga minyak WTI menguat ke US$ 57,62 per barel. Harga minyak brent untuk pengiriman Februari 2018 di ICE Futures kemarin pun menguat 0,65% ke US$ 62,86 per barel. Kemarin, Goldman Sachs mengerek prediksi harga minyak brent tahun depan menjadi US$ 62 per barel dan minyak WTI di US$ 57,50 per barel. Best Profit Pekanbaru

Sebelumnya Goldman memperkirakan harga minyak brent tahun depan di level US$ 58 per barel dan WTI pada US$ 55 per barel.Dalam catatan, analis Goldman mengatakan bahwa risiko tetap ada pada pasar minyak tahun depan. Risiko justru mengarah ke harga yang terlalu tinggi. "Kami melihat risiko pengetatan karena pemangkasan atau permintaan yang lebih tinggi ketimbang prediksi," kata analis Goldman yang dikutip CNBC

Gerogi Slavov, head of research Marex Spectron mengatakan, permintaan minyak masih kuat dan mendorong harga minyak. "Harga minyak masih berpeluang bertahan di atas US$ 60 per barel," kata dia. American Petroleum Institute (API) diperkriakan merilis data penurunan stok minyak Amerika Serikat (AS) hingga 3,5 juta barel hingga akhir pekan lalu. PT Bestprofit Pekanbaru

Sedangkan analis Morgan Stanley, dalam catatan Senin memperkirakan bahwa permintaan minyak tahun depan akan melampaui pasokan. Pertumbuhan terbesar pasokan minyak tahun depan akan berasal dari AS dan Kanada. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini