Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga minyak naik di tengah kenaikan produksi AS


PT Best Profit Futures Pekanbaru Harga minyak masih mendaki di tengah kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan penurunan pasokan minyak mentah. Jumat pukul 7.44 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Januari 2018 naik tipis 0,14% ke US$ 57,12 per barel. Harga minyak melanjutkan kenaikan hari sebelumnya. 

International Energy Agency (IEA) yang berpusat di Paris memprediksikan, produksi minyak AS tahun depan akan naik dan mendorong kelebihan pasokan. IEA memperkirakan, produksi minyak AS tahun depan akan bertambah 870.000 barel per hari. Prediksi penambahan ini lebih tinggi ketimbang prediksi bulan lalu pada 790.000 barel per hari. Best Profit Pekanbaru

IEA menggarisbawahi prediksi produksi minyak AS dari Departemen Energi AS dan OPEC," kata Bharne Schieldrop, chief commodities analyst SEB Bank. Dia menambahkan, angka ramalan penambahan ini kemungkinan akan kembali naik.Hingga pekan lalu, stok minyak komersial AS turun 5,1 juta barel. Ini adalah penurunan dalam empat pekan berturut-turut. Stok minyak saat ini berada di 442,99 juta barel. Ini adalah level terendah sejak Oktober 2015. 

Di sisi lain, harga minyak juga terdorong oleh bocornya pipa minyak Forties di Laut Utara. Kebocoran ini memaksa jaringan pipa tutup dan mendorong harga minyak brent mencapai US$ 65,83 per barel pekan ini. Dampak penutupan jaringan pipa Forties seharusnya bisa membawa support kuat karena jaringan ini menyalurkan minyak yang cukup besar," kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC kepada Reuters. PT Bestprofit Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)