Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Pekan ini, The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps

PT Best Profit Futures Pekanbaru Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Kamis 14 Desember 2017. Kenaikan itu sesuai dengan kebijakan bank sentral AS yang menyatakan tingkat suku bunga akan dikerek secara bertahap.

Kemungkinan besar The Fed akan menarik suku bunga nya 25 bps," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Senin, 11 Desember 2017.Menurutnya kenaikan The Fed di pertengahan bulan ini bakal memicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang dunia. Best Profit Pekanbaru

Pasalnya  indeks dolar AS diduga mengalami pelemahan karena kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang belum stabil disusul ketidakpastian naiknya suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau The Fed pada pekan ini. Indeks dolar terhadap mata uang dunia dibuka melemah 0,141 poin atau 0,15 persen ke posisi USD93.760 pada Senin 11 Desember 2017.

Nah yang ditunggu pasar, apa kebijakan pengetatan dan kenaikan Suku bunga akan berlanjut tahun depan. Bila ada ini, dolar AS bisa menguat lagi," pungkas dia. Suku bunga the Fed sudah dinaikkan dua kali secara bertahap di sepanjang tahun ini. Dengan adanya proyeksi kenaikan kembali di Desember 2017. Akibatmya selama satu tahun ini, bank sentral AS telah mengerek kenaikan suku bunganya hingga tiga kali. PT Bestprofit Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)