Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga emas semakin suram

PT Best Profit Futures Pekanbaru Harga emas semakin redup mendekati akhir tahun. Kamis pukul 7.48 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2018 di Commodity Exchange turun tipis 0,07% ke US$ 1.265,20 per ons troi.Kemarin, harga emas ditutup US$ 1.266,10 per ons troi dan mendekati level terendah sejak Oktober. Kenaikan suku bunga menjadi pemberat harga emas bulan ini. 

Di sisi lain, negosiasi anggaran pemerintah Amerika Serikat (AS) pekan ini akan menjadi support kuat harga emas. Jika kesepakatan tidak tercapai, pemerintah AS akan tutup. "Penutupan pemerintah akan positif bagi harga emas. Tapi, efeknya cuma sementara karena tidak ada yang memperkirakan AS akan default," kata Simona Gambarini, commoditie economist Capital Economics kepada CNBC. Best Profit Pekanbaru

Sepanjang bulan lalu, harga emas bergerak di kisaran paling sempit dalam 12 tahun terakhir. Aksi tunggu realisasi pemangkasan pajak, dan kenaikan suku bunga acuan pekan depan akan menjadi sentimen kuat harga emas.

Dominic Schnider dari UBS Wealth Management mengatakan, harga emas terus tertekan dalam jangka pendek karena pasar menghitung ulang prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun depan. Di sisi lain, ekonomi global mulai membaik, laba korporasi juga naik, dan nilai aset safe haven seperti emas semakin kabur," kata Schnider. PT Bestprofit Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)