Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga emas semakin suram

PT Best Profit Futures Pekanbaru Harga emas semakin redup mendekati akhir tahun. Kamis pukul 7.48 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2018 di Commodity Exchange turun tipis 0,07% ke US$ 1.265,20 per ons troi.Kemarin, harga emas ditutup US$ 1.266,10 per ons troi dan mendekati level terendah sejak Oktober. Kenaikan suku bunga menjadi pemberat harga emas bulan ini. 

Di sisi lain, negosiasi anggaran pemerintah Amerika Serikat (AS) pekan ini akan menjadi support kuat harga emas. Jika kesepakatan tidak tercapai, pemerintah AS akan tutup. "Penutupan pemerintah akan positif bagi harga emas. Tapi, efeknya cuma sementara karena tidak ada yang memperkirakan AS akan default," kata Simona Gambarini, commoditie economist Capital Economics kepada CNBC. Best Profit Pekanbaru

Sepanjang bulan lalu, harga emas bergerak di kisaran paling sempit dalam 12 tahun terakhir. Aksi tunggu realisasi pemangkasan pajak, dan kenaikan suku bunga acuan pekan depan akan menjadi sentimen kuat harga emas.

Dominic Schnider dari UBS Wealth Management mengatakan, harga emas terus tertekan dalam jangka pendek karena pasar menghitung ulang prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun depan. Di sisi lain, ekonomi global mulai membaik, laba korporasi juga naik, dan nilai aset safe haven seperti emas semakin kabur," kata Schnider. PT Bestprofit Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini