Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Dow Jones dan S&P 500 mengukir reli tujuh bulan

PT Best Profit Futures Pekanbaru Pasar saham Amerika Serikat menutup perdagangan bulan Oktober dengan kinerja yang solid. Selasa malam, ketiga indeks di Wall Street naik didukung laporan kinerja perusahaan yang positif. Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 28,50 poin atau 0,12% ke level 23.377,24. Sepanjang Oktober indeks menguat 4,3%, dan mencatatkan reli tujuh bulan berturut-turut. 

Indeks S&P 500 juga reli tujuh bulan beruntun, setelah naik 2,2% sepanjang Oktober. Kemarin malam, S&P ditutup naik 2,43 poin atau 0,09% ke posisi 2.575,26. Sedangkan, Nasdaq ditutup menguat 28,71 poin atau 0,43% di 6.727,67. Kenaikan ini menggenapi laju indeks menjadi 3,6% selama Oktober. Dengan demikian, Nasdaq membukukan reli empat bulan berturut-turut. Best Profit Pekanbaru

Pencapaian yang positif ini mematahkan kekhawatiran pasar. Secara historis, bulan Oktober merupakan salah satu bulan yang paling bergejolak untuk pasar saham. "S&P 500 mengakhiri Oktober jauh lebih baik daripada yang diperkirakan banyak orang. Harga tetap kuat," kata Frank Cappelleri, Direktur eksekutif Instinet dalam catatan, seperti dilansir CNBC. 

Lebih dari setengah amunisi kenaikan S&P 500 disumbang lima saham teknologi, yaitu Facebook, Amazon, Apple, Alphabet dan Microsoft. Semua perusahaan, kecuali Apple, telah merilis kinerja keuangan yang solid, sehingga mendongkrak harga sahamnya. Apple baru akan merilis kinerja pada Kamis. Secara keseluruhan, sektor teknologi membukukan kenaikan sebesar 7,7% pada Oktober. Ini reli bulanan terbaik sejak Juli 2016. PT Bestprofit Pekanbaru

Selanjutnya, Wall Street akan menghadapi sejumlah peristiwa penting pada November ini. Pertama, Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneter terbarunya pada Rabu. Sebagian besar investor tidak berekspektasi adanya perubahan kebijakan. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed hanya 2%. Bank sentral diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga pada Desember. 

Fed kemungkinan akan melanjutkan jalur pengetatan bertahap. Namun, sejauh ini pengetatan ini hanya berpengaruh sedikit pada suku bunga jangka panjang," kata Jason Pride, Direktur strategi investasi Glenmede.Kemudian, Presiden Donald Trump dijadwalkan mengumumkan Ketua The Fed yang baru pada Kamis ini. Gubernur Fed Jerome Powell kemungkinan akan ditugaskan menggantikan Janet Yellen.  

Peristiwa lain yang ditunggu yaitu laporan tenaga kerja bulanan. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan AS menambah 310.000 pekerja sepanjang Oktober, dari sebelumnya minus 33.000 pada September. Investor juga menunggu kepastian skema pemotongan pajak dari Kongres pada pekan ini. Ekspektasi pasar untuk reformasi pajak baru-baru ini meningkat setelah DPR mengeluarkan rencana anggaran yang didukung oleh Senat pekan lalu. Sentimen ini mendongkrak pasar saham sepanjang bulan lalu. Bestprofit Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini