Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rekor, lukisan da Vinci laku Rp 6,12 triliun


PT Best Profit Futures Pekanbaru NEW YORK. Rekor harga lukisan termahal pecah. Lukisan potret Yesus karya Leonardo da Vinci bertajuk "Salvator Mundi" laku terjual hingga US$ 450,3 juta dalam lelang di balai lelang Christie's, New York.Harga lukisan itu setara Rp 6,12 triliun (kurs 1 US$ = Rp 13.600). Harga tersebut lebih dari dua kali lipat rekor harga lukisan sebelumnya.

Yakni lukisan "Les Femmes D'Alger" karya Pablo Picasso, yang terjual seharga US$ 179,4 juta pada lelang bulan Mei 2015. Juga jauh lebih tinggi empat kali lipat dari perkiraan harga sebelum lelang sekitar US$ 100 juta. Seperti dilansir Reuters, "Salvator Mundi" jatuh ke tangan pembeli dengan identitasnya tidak disebutkan yang melakukan penawaran via telepon. Proses lelang lukisan tersebut cukup seru dan panjang hingga memakan waktu 20 menit. Best Profit Pekanbaru

Lukisan yang dibuat sekitar tahun 1.500-an ini merupakan salah satu dari 20 lukisan karya seniman zaman Renaissance yang masih otentik dan ada. Pertama kali tercatat, lukisan karya da Vinci itu masuk koleksi pribadi Raja Charles I dalam sebuah lelang pada tahun 1763.

Namun kemudian, lukisan ini sempat menghilang sampai ditemukan lagi jejaknya tahun 1900. Hingga selanjutnya lukisan "Salvator Mundi" terjual dalam lelang tahun 1958 di rumah lelang Sotheby's dengan harga saat itu cuma £ 45 atau sekitar US$ 126. Lukisan tersebut dibeli seorang kolektor Amerika Serikat (AS). PT Bestprofit Pekanbaru

Sang pemilik lukisan lantas memulai proses restorasi dan setelah enam tahun penelitian, "Salvator Mundi" disahkan sebagai karya Leonardo da Vinci yang sudah beumur lebih dari 500 tahun. Rumah lelang Christie's tidak mengungkapkan sang penjual lukisan langka tersebut. Mereka hanya menyebutkan si penjual adalah kolektor pribadi dari Eropa. 

Namun sejumlah media mengidentifikasi sang penjual lukisan tersebut adalah miliarder asal  Rusia Dmitry Rybolovlev. Miliarder ini membeli lukisan tersebut pada tahun 2013 senilai US$ 127,5 juta bukan lewat lelang namun melalui penjualan pribadi. Bloomberg melaporkan, proses lelang lukisan da Vinci itu dihadiri sejumlah miliarder. Termasuk Steve Cohen dari Point72 Asset Management; Tom Hill dari Blackstone Group LP Hill yang juga kolektor karya-karya Old Master, serta filantropis Eli Broad. Bestprofit Pekanbaru

Mereka tak percaya dengan hasil lelang itu. 'Ini liar. Maukah Anda mempercayainya?" Kata Broad. Roland Augustine, pemilik galeri Luhring Augustine menilai pembelian ini seperti sebuah keputusan bisnis. Kolektor asal Rusia Maria Baibakova mengatakan rekor harga tersebut dapat meningkatkan pertaruhan harga lukisan untuk penjualan di masa mendatang. "Akankah kita melihat lukisan senilai US$ 1 miliar? Sampai sekarang saya tidak berpikir itu mungkin," kata Baibakova seperti dikutip Bloomberg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini