Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga emas diprediksi flat di pengujung tahun

PT Best Profit Futures Pekanbaru Sejumlah analis memperkirakan harga emas akan cenderung flat di pengujung tahun ini. Walaupun Bank Sentral Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga acuannya di pertengahan Desember tetapi hal itu dinilai tidak akan berpengaruh banyak.

Alwi Assegaf,” Analis PT Global Kapital Investama Berjangka mengatakan, ketika The Fed menaikan suku bunga, emas masih cenderung bergerak flat. Kecuali ada peristiwa tak terduga. Menurutnya emas hanya mampu melanju signifikan jika terjadi ketegangan yang mempengaruhi kondisi geopolitik. Best Profit Pekanbaru

Harganya akan menguat karena peningkatan permintaan aset lindung nilai. Ia memperkirakan area pergerakan di akhir tahun bisa berada di kisaran US$ 1.265 – US$ 1.300 per ons troi.Sementara itu Faisyal, Analis PT Monex Investo Futures belum bisa memperkirakan proyeksi harga selanjutnya. Menurutnya hal tersebut baru bisa ditentukan setelah pejabat The Fed merilis arah kebijakannya. 

Kalau pejabat The Fed masih meragukan pertumbuhan inflasi AS, emas masih bisa menguat. Namun emas akan kembali tertekan jika Bank Sentral kembali melanjutkan kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun 2018. Ia menebak di akhir tahun emas bisa berada di kisaran US$ 1.285 – US$ 1.320 per ons troi. PT Bestprofit Pekanbaru

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat emas kontrak pengiriman Februari 2018 terkoreksi 0,39% ke level US$ 1.291,80 per ons troi dari sebelumnya. Sedangkan jika dibandingkan sepekan sebelumnya harga tercatat melemah sekitar 0,7%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini