Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga minyak naik tipis setelah turun dua hari

PT Best Profit Futures Pekanbaru Setelah turun akibat data perdagangan China dan stok minyak Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi, harga minyak kembali terangkat. Kamis pukul 7.27 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2017 di New York Mercantile Exchange naik tipis ke US$ 56,86 per barel. 

Kemarin harga minyak tergerus 0,68% ke level US$ 56,81 per barel setelah China melaporkan impor minyak mentah bulan Oktober. Impor minyak mentah China turun ke level terendah dalam setahun terakhir. Impor minyak China hanya 7,3 juta barel per hari bulan lalu, dari level 9 juta barel per hari di bulan September. Rilis data Bea Cukai China ini menunjukkan level terendah sejak Oktober 2016. Best Profit Pekanbaru

Rabu , harga minyak brent untuk pengiriman Januari 2018 di ICU Futures pun turun ke level US$ 63,49 per barel dari posisi hari sebelumnya US$ 63,69 per barel. "Impor yang lebih rendah ini menunjukkan pembelian dari perusahaan pengolahan minyak yang juga berkurang, karena mereka kehabisan kuota," kata Li Yan, analis minyak Zibo Longzhong Information Group kepada CNBC

Stok minyak mentah AS naik 2,2 juta barel pada pekan lalu. Angka ini jauh melebihi prediksi analis yang menduga stok minyak akan turun 2,9 juta barel pada pekan lalu. Angka produksi minyak AS pun naik secara mingguan ke 9,62 juta barel per hari. ini adalah level tertinggi produksi minyak AS sepanjang masa. PT Bestprofit Pekanbaru

Di sisi lain, kekhawatiran geopolitik Timur Tengah menjadi support kuat harga minyak. Upaya pemangkasan produksi OPEC dan Rusia pun menjadi penahan harga minyak. Akibat pemangkasan, harga minyak sudah naik sekitar 14% sejak awal tahun. "Fundamental harga minyak masih kuat mengerek harga minyak. Apalagi dengan tambahan risiko geopolitik," kata analis Citi dalam catatan yang dikutip CNBC.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini