Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga minyak naik tipis setelah turun dua hari

PT Best Profit Futures Pekanbaru Setelah turun akibat data perdagangan China dan stok minyak Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi, harga minyak kembali terangkat. Kamis pukul 7.27 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2017 di New York Mercantile Exchange naik tipis ke US$ 56,86 per barel. 

Kemarin harga minyak tergerus 0,68% ke level US$ 56,81 per barel setelah China melaporkan impor minyak mentah bulan Oktober. Impor minyak mentah China turun ke level terendah dalam setahun terakhir. Impor minyak China hanya 7,3 juta barel per hari bulan lalu, dari level 9 juta barel per hari di bulan September. Rilis data Bea Cukai China ini menunjukkan level terendah sejak Oktober 2016. Best Profit Pekanbaru

Rabu , harga minyak brent untuk pengiriman Januari 2018 di ICU Futures pun turun ke level US$ 63,49 per barel dari posisi hari sebelumnya US$ 63,69 per barel. "Impor yang lebih rendah ini menunjukkan pembelian dari perusahaan pengolahan minyak yang juga berkurang, karena mereka kehabisan kuota," kata Li Yan, analis minyak Zibo Longzhong Information Group kepada CNBC

Stok minyak mentah AS naik 2,2 juta barel pada pekan lalu. Angka ini jauh melebihi prediksi analis yang menduga stok minyak akan turun 2,9 juta barel pada pekan lalu. Angka produksi minyak AS pun naik secara mingguan ke 9,62 juta barel per hari. ini adalah level tertinggi produksi minyak AS sepanjang masa. PT Bestprofit Pekanbaru

Di sisi lain, kekhawatiran geopolitik Timur Tengah menjadi support kuat harga minyak. Upaya pemangkasan produksi OPEC dan Rusia pun menjadi penahan harga minyak. Akibat pemangkasan, harga minyak sudah naik sekitar 14% sejak awal tahun. "Fundamental harga minyak masih kuat mengerek harga minyak. Apalagi dengan tambahan risiko geopolitik," kata analis Citi dalam catatan yang dikutip CNBC.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)