Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga minyak tumbang hampir 2%

PT Best Profit Futures Pekanbaru Harga minyak dunia tumbang pada Selasa malam waktu Amerika Serikat. Pasar khawatir karena permintaan global turun, sementara produksi minyak di AS naik.Mengutip CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di Nymex ditutup turun 1,9% menjadi US$ 55,70 per barel. Ini penurunan tertajam sejak 6 Oktober lalu. Di pasar elektronik Asia, Rabu, penurunan berlanjut hingga menyentuh US$ 55,09 sebarel pukul 07.22 WIB. 

Harga minyak mentah Brent juga melorot 1,7% ke level US$ 62,12 per barel pada pukul 18.26 GMT, setelah jatuh ke US$ 61,36 di awal sesi.Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris, Selasa, memangkas proyeksi permintaan minyak sebesar 100.000 barel per hari (bph) menjadi sekitar 1,5 juta bph pada 2017 dan 1,3 juta bph pada 2018. Suhu yang lebih hangat dinilai dapat mengurangi konsumsi. Apalagi, produksi di sejumlah negara meningkat tajam. Best Profit Pekanbaru

Senin lalu, Pemerintah AS memang menyatakan produksi shale oil bulan Desember akan meningkat sebesar 80.000 bpd. Ini kenaikan 12 bulan berturut-turut. Laporan IEA berlawanan dengan proyeksi yang dikeluarkan OPEC pada Senin. Kelompok negara pengekspor minyak ini menaikkan proyeksi permintaan tahun depan sebesar 130.000 bph menjadi 1,51 juta bph. 

IEA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak, sehingga mengurangi sentimen bullish di pasar," kata Abhishek Kumar, Analis energi senior di Interfax Energys Global Gas Analytics seperti dilansir CNBC, Rabu. Harga minyak juga terseret aksi jual komoditas global, yang dipimpin industri logam seperti nikel dan tembaga. Penyebabnya, ada kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global akibat rilis data ekonomi China yang mengecewakan. PT Bestprofit Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini