Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga minyak tumbang hampir 2%

PT Best Profit Futures Pekanbaru Harga minyak dunia tumbang pada Selasa malam waktu Amerika Serikat. Pasar khawatir karena permintaan global turun, sementara produksi minyak di AS naik.Mengutip CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di Nymex ditutup turun 1,9% menjadi US$ 55,70 per barel. Ini penurunan tertajam sejak 6 Oktober lalu. Di pasar elektronik Asia, Rabu, penurunan berlanjut hingga menyentuh US$ 55,09 sebarel pukul 07.22 WIB. 

Harga minyak mentah Brent juga melorot 1,7% ke level US$ 62,12 per barel pada pukul 18.26 GMT, setelah jatuh ke US$ 61,36 di awal sesi.Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris, Selasa, memangkas proyeksi permintaan minyak sebesar 100.000 barel per hari (bph) menjadi sekitar 1,5 juta bph pada 2017 dan 1,3 juta bph pada 2018. Suhu yang lebih hangat dinilai dapat mengurangi konsumsi. Apalagi, produksi di sejumlah negara meningkat tajam. Best Profit Pekanbaru

Senin lalu, Pemerintah AS memang menyatakan produksi shale oil bulan Desember akan meningkat sebesar 80.000 bpd. Ini kenaikan 12 bulan berturut-turut. Laporan IEA berlawanan dengan proyeksi yang dikeluarkan OPEC pada Senin. Kelompok negara pengekspor minyak ini menaikkan proyeksi permintaan tahun depan sebesar 130.000 bph menjadi 1,51 juta bph. 

IEA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak, sehingga mengurangi sentimen bullish di pasar," kata Abhishek Kumar, Analis energi senior di Interfax Energys Global Gas Analytics seperti dilansir CNBC, Rabu. Harga minyak juga terseret aksi jual komoditas global, yang dipimpin industri logam seperti nikel dan tembaga. Penyebabnya, ada kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global akibat rilis data ekonomi China yang mengecewakan. PT Bestprofit Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)