Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Minyak tumbang dari level tertinggi dua tahun


PT Best Profit Futures Pekanbaru Harga minyak di pasar Amerika Serikat (AS) merosot dari level tertinggi dua tahun pada Senin waktu setempat. Pemicunya, pasokan minyak AS lebih tinggi dan keraguan bahwa Rusia akan memperpanjang pemotongan produksi.Mengutip CNBC, Senin, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 1,4% ke level US$ 58,11 per barel. Bahkan, harga WTI sempat jatuh ke US$ 57,55 sebarel. 

Sebelumnya, Jumat lalu, minyak bertengger di US$ 59,05 per barel, terkuat sejak pertengahan 2015. Laju minyak didorong penutupan pipa Keystone yang menghubungkan ladang minyak Kanada dengan AS.Namun, awal pekan ini, pasar kembali mengkhawatirkan pasokan minyak global bakal melimpah. Sebab, produksi minyak AS dilaporkan naik 15% sejak pertengahan 2016 mencapai 9,66 juta barel per hari (bpd). Angka ini hampir melampaui produksi Rusia dan Arab Saudi. Best Profit Pekanbaru

Apalagi, produsen minyak di AS terus meningkatkan aktivitas pengeboran, yang mengindikasikan kenaikan produksi kemungkinan akan terus berlanjut. Pekan lalu, produsen minyak AS menambah oeprasional rig minyak menjadi 747 unit. Ini artinya, kenaikan jumlah rig bulanan yang pertama kali sejak Juli lalu. 

Selain itu, jelang pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya pada 30 November, muncul keraguan terkait tekad Rusia untuk memperpanjang kesepakatan pemotongan produksi. Padahal, aksi pembatasan produksi oleh OPEC dan sekutunya telah berhasil mendongkrak harga minyak selama beberapa bulan terakhir. PT Bestprofit Pekanbaru

Seperti diketahui, mereka sepakat memotong produksi sebanyak 1,8 juta bpd pada Januari lalu. Kesepakatan ini akan berakhir Maret 2018. Pada pertemuan di Wina, 30 November nanti diharapkan OPEC dan sekutunya akan memperpanjang kesepakatan tersebut.

Analis di Barclays memperkirakan, OPEC akan mempertahankan pembatasan produksi selama enam atau sembilan bulan lagi, namun tetap ada risiko harga turun setelah pertemuan OPEC. Minggu ini, kami memperkirakan harga volatil. Harga mungkin turun segera setelah kesepakatan itu karena spekulasi sudah cukup lama," kata Barclays dalam sebuah catatan, seperti dilansir CNBC, Selasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini