Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga emas rebound di pasar Amerika


PT Best Profit Futures Pekanbaru Emas rebound di pasar Amerika Serikat, Jumat malam. Ketidakpastian reformasi pajak, memberi peluang logam mulia bangkit. Mengutip Bloomberg, harga emas berjangka kontrak pengiriman Desember 2017 ditutup naik 0,4% ke level US$ 1.278,90 per ons troi. Emas rebound usai mencatat penurunan tajam 0,70% pada Jumat lalu. Ini koreksi terbesar sejak 26 Oktober lalu. 

Emas spot juga menguat 0,2% menjadi US$ 1.279 per ons troi.Komoditas emas berbalik arah seiring pergerakan dollar yang stagnan. Selain itu, investor juga cenderung keluar dari aset berisiko, seperti saham, karena ketidakpastian mengenai pelaksanaan reformasi pajak AS. Best Profit Pekanbaru

Tahun ini, harga emas disokong risiko geopolitik seperti ambisi nuklir Korea Utara. Namun, serangkaian sentimen, mulai dari penguatan dollar hingga ekspektasi kenaikan suku bunga AS menyebabkannya terjepit di kisaran terbatas.

Ada sedikit permintaan safe haven yang masih mendukung harga, namun tidak ada permintaan tambahan baru, yang berarti harga tidak benar-benar bergerak," kata Simona Gambarini, analis Capital Economics seperti dilansir CNBC. PT Bestprofit Pekanbaru

Saya pikir beberapa pergerakan akan terjadi mendekati pertemuan Federal Reserve berikutnya pada Desember. Sebagian besar pasar memperkirakan kenaikan suku bunga, yang bisa jadi yang mendorong harga emas lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung pada apa yang terjadi," imbuh Gambarini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)