Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa AS tergelincir dari level tertinggi


PT Best Profit Futures Pekanbaru Indeks saham Amerika Serikat (AS) cenderung koreksi setelah mencetak rekor. Dari tiga indeks utama, hanya indeks Nasdaq yang masih kuat menembus rekor terbaru.Rabu, indeks Nasdaq naik tipis 0,07% ke rekor tertinggi lagi pada 6.867,36. Indeks ini naik di tengah bursa yang cenderung turun. Pendorong kenaikan Nasdaq adalah lonjakan saham Amazon hingga 1%. Selain itu, bursa saham cenderung terkoreksi. 

Dow Jones industrial Average turun 0,27% ke posisi 23.526,18. Sedangkan S&P 500 turun 0,08% ke 2.597,08. Penahan laju Dow Jones kemarin adalah saham Johnson & Johnson yang turun 0,9%.Notulen rapat Federal Reserve pada pertemuan akhir Oktober hingga awal November menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral mulai khawatir atas pasar saham yang mulai tak terkendali. Best Profit Pekanbaru

Kathy Jones, chief fixed income strategist Charles Schwab mengatakan, The Fed terbelah. "Bank sentral ingin menaikkan suku bunga. Tapi mereka khawatir pasar finansial yang terus meningkat akan menyebabkan bubble dan pecah. Di saat bersamaan, bank sentral tidak bisa mengerek inflasi lebih tinggi," kata Jones kepada CNBC

Beberapa anggota The Fed kkhawatir akan penurunan pasar yang tiba-tiba. "Di tengah naiknya valuasi aset dan rendahnya volatilitas pasar finansial, beberapa partisipan menyatakan kekhawatiran akan meningkatnya ketidakseimbangan finansial," ungkap catatan rapat The Fed yang dirilis kemarin.
Indeks S&P 500 sudah naik lebih dari 15% sejak awal tahun. PT Bestprofit Pekanbaru

Kenaikan indeks ini pun berjalan mantap tanpa koreksi besar. Kinerja emiten bursa saham pun membaik. Dari 97,8% anggota indeks S&P, laba kuartal ketiga naik 6,25% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Sekitar 74% emiten melaporkan laba yang lebih tinggi daripada ekspektasi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)