Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

CEO Microsoft Diusulkan Jadi Petinggi Starbucks


PT BESTPROFIT - CEO Microsoft, Satya Nadella, kini menjadi bagian dari Starbucks. Nadella bergabung sebagai anggota direksi alias Board of Directors (BoD) di waralaba kedai kopi terkemuka tersebut.  

Hal ini diumumkan lewat situs resmi Starbucks. Artinya, Nadella kini punya tugas ganda sebagai pemangku kebijakan di Microsoft dan pengawas bisnis di Starbucks. BESTPROFIT


Selain Nadella, ada dua orang lainnya yang turut bergabung, yakni CEO Sam's Club, Rosalind Brewer, dan mantan CEO Lego, Jørgen Vig Knudstorp. BEST PROFIT

Nadella diharapkan bisa membawa pengalaman berharga dari industri teknologi untuk diimplementasikan di Starbucks. Namun, belum jelas seperti apa strategi Nadella secara spesifik untuk berkontribusi ke bisnis Starbucks. BESTPROFIT FUTURES

"Saya selalu mengidolakan prinsip Starbucks yang fokus dan mengutamakan konsumen. Saya harap pengalaman bertahun-tahun di industri teknologi akan bernilai bagi Starbucks," Nadella menuturkan.

Perlu digarisbawahi, posisi sebagai dewan direksi berada di luar ruang manajemen. Jadi, Nadella tak punya kuasa untuk mengatur langsung sistem bisnis Starbucks. Ia cuma punya hak suara untuk memberi masukan pada hal-hal tertentu.

Dalam berbisnis, sudah biasa eksekutif perusahaan A menjadi dewan direksi di perusahaan B. CEO Apple Tim Cook pun diketahui merupakan anggota direksi perusahaan sports outfit Nike sejak 2005 lalu.

Nadella sendiri selama ini dikenal sangat fokus berkiprah di Microsoft. Ia jarang terdengar bergabung sebagai dewan direksi di perusahaan komersil lain. Hanya sekali ia bergabung menjadi anggota direksi di pusat penelitian Fred Hutchison Cancer pada 2016 lalu.

Sumber : Kompas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025