Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

CEO Microsoft Diusulkan Jadi Petinggi Starbucks


PT BESTPROFIT - CEO Microsoft, Satya Nadella, kini menjadi bagian dari Starbucks. Nadella bergabung sebagai anggota direksi alias Board of Directors (BoD) di waralaba kedai kopi terkemuka tersebut.  

Hal ini diumumkan lewat situs resmi Starbucks. Artinya, Nadella kini punya tugas ganda sebagai pemangku kebijakan di Microsoft dan pengawas bisnis di Starbucks. BESTPROFIT


Selain Nadella, ada dua orang lainnya yang turut bergabung, yakni CEO Sam's Club, Rosalind Brewer, dan mantan CEO Lego, Jørgen Vig Knudstorp. BEST PROFIT

Nadella diharapkan bisa membawa pengalaman berharga dari industri teknologi untuk diimplementasikan di Starbucks. Namun, belum jelas seperti apa strategi Nadella secara spesifik untuk berkontribusi ke bisnis Starbucks. BESTPROFIT FUTURES

"Saya selalu mengidolakan prinsip Starbucks yang fokus dan mengutamakan konsumen. Saya harap pengalaman bertahun-tahun di industri teknologi akan bernilai bagi Starbucks," Nadella menuturkan.

Perlu digarisbawahi, posisi sebagai dewan direksi berada di luar ruang manajemen. Jadi, Nadella tak punya kuasa untuk mengatur langsung sistem bisnis Starbucks. Ia cuma punya hak suara untuk memberi masukan pada hal-hal tertentu.

Dalam berbisnis, sudah biasa eksekutif perusahaan A menjadi dewan direksi di perusahaan B. CEO Apple Tim Cook pun diketahui merupakan anggota direksi perusahaan sports outfit Nike sejak 2005 lalu.

Nadella sendiri selama ini dikenal sangat fokus berkiprah di Microsoft. Ia jarang terdengar bergabung sebagai dewan direksi di perusahaan komersil lain. Hanya sekali ia bergabung menjadi anggota direksi di pusat penelitian Fred Hutchison Cancer pada 2016 lalu.

Sumber : Kompas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini