Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Tembaga hadapi tekanan terbatas




Best Profit - JAKARTA. Tekanan sentimen suku bunga The Fed terhadap harga tembaga masih belum berakhir, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange melemah 0,31% menjadi US$ 5.699 per metrik ton.Pelemahan harga tembaga ini telah terjadi selama empat hari beruntun. Hal ini membuat penguatan harga yang terjadi sejak pekan lalu tersisa 1,4%. Penurunan harga tembaga masih berpeluang berlanjut. 

Menurut Ibrahim, Direktur Utama Garuda Berjangka, kenaikan suku bunga AS sebesar 25 basis poin mendorong nilai tukar dollar AS menguat dan menekan harga tembaga. Apalagi The Fed memberi sinyal masih akan menaikkan suku bunga satu kali lagi tahun ini.Pelaku pasar menilai pernyataan The Fed bernada hawkish. "Tahun depan masih ada proyeksi kenaikan suku bunga dua kali lagi," kata Ibrahim, kemarin. 

Penguatan dollar AS masih akan membayangi harga tembaga sepekan ke depan. Tetapi harga hanya akan melemah terbatas. Pertumbuhan hasil produksi di China yang positif akan menahan penurunan harga aluminium.Output produksi China naik 6,5% di Mei, lebih baik dari proyeksi yang cuma 6,4%. Sementara output produksi di Eropa naik 0,5% dari 0,2% di bulan sebelumnya. Dalam jangka panjang, Ibrahim melihat tren harga tembaga masih positif. 

Bila dalam jangka pendek kenaikan bunga The Fed menjadi sentimen negatif, dalam jangka panjang sentimen ini akan positif bagi harga tembaga. Kenaikan suku bunga AS akan mendorong kegiatan ekonomi di negara tersebut. Hal ini otomatis akan mendongkrak permintaan tembaga. Secara teknikal, bollinger band dan moving average (MA) 10% di atas bollinger tengah. Tetapi stochastic 70% negatif. RSI dan MACD juga 60% negatif. Hal ini dapat memicu koreksi jangka pendek.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini