Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa AS terseret saham-saham energi


Best Profit - NEW YORK. Bursa Amerika Serikat (AS) terseret dari level tertingginya pada perdagangan Selasa waktu setempat (20/6). Indeks AS yang ditutup dini hari tadi tertekan oleh sektor energi setelah harga minyak mentah dunia memasuki tren penurunan. Indeks S&P 500 merosot 0,67% atau 16,43 poin ke 2.437,03, setelah sektor energi turun hampir 1,3%. Dow Jones Industrial Average kehilangan 61,85 poin atau 0,29% dan ditutup di 21.467,14. 

Harga minyak mentah dunia yang terus merosot, menyeret bursa. Harga minyak AS untuk pengiriman Juli kemarin sempat turun 2,19% ke posisi US$ 43,23 per barel, di tengah sinyal peningkatan produksi minyak. Level US$ 44 merupakan area yang besar untuk harga minyak. Imbas sekarang pada bursa saham bisa jadi lebih besar. Level support terkuat kini di US$ 40," kata JJ Kinahan, Chief Market Strategist di TD Ameritrade pada CNBC

Kemarin, tidak ada data ekonomi AS yang dirilis. Sementara itu, investor juga tengah mencerna rencana reformasi pajak AS meski pemerintah belum memberikan detailnya, serta pernyataan Presiden The Fed Boston Eric Rosengren yang mengatakan, level bunga saat ini mungkin akan bertahan beberapa saat.  





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)