Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa AS terseret saham-saham energi


Best Profit - NEW YORK. Bursa Amerika Serikat (AS) terseret dari level tertingginya pada perdagangan Selasa waktu setempat (20/6). Indeks AS yang ditutup dini hari tadi tertekan oleh sektor energi setelah harga minyak mentah dunia memasuki tren penurunan. Indeks S&P 500 merosot 0,67% atau 16,43 poin ke 2.437,03, setelah sektor energi turun hampir 1,3%. Dow Jones Industrial Average kehilangan 61,85 poin atau 0,29% dan ditutup di 21.467,14. 

Harga minyak mentah dunia yang terus merosot, menyeret bursa. Harga minyak AS untuk pengiriman Juli kemarin sempat turun 2,19% ke posisi US$ 43,23 per barel, di tengah sinyal peningkatan produksi minyak. Level US$ 44 merupakan area yang besar untuk harga minyak. Imbas sekarang pada bursa saham bisa jadi lebih besar. Level support terkuat kini di US$ 40," kata JJ Kinahan, Chief Market Strategist di TD Ameritrade pada CNBC

Kemarin, tidak ada data ekonomi AS yang dirilis. Sementara itu, investor juga tengah mencerna rencana reformasi pajak AS meski pemerintah belum memberikan detailnya, serta pernyataan Presiden The Fed Boston Eric Rosengren yang mengatakan, level bunga saat ini mungkin akan bertahan beberapa saat.  





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini