Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG masih betah koreksi



Best Profit - JAKARTA. Koreksi pasar saham kemungkinan berlanjut hari ini. Sepuluh analis dalam survei KONTAN kompak memperkirakan bahwa IHSG berpeluang turun hari ini. Median support IHSG hari ini berada di angka 5.675,5. Sedangkan median resistance di level 5.741,5. "Terdapat bearish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat pada pergerakan indeks," kata Muhammad Nafan Aji, analis Binaartha Parama Sekuritas. 

Pada perdagangan kemarin, IHSG turun 0,7% ke 5.707,83. Meski ditopang volume perdagangan besar yang mencapai 9,46 miliar saham, nilai transaksi bursa hanya Rp 6,52 triliun. Nilai transaksi ini jauh di bawah nilai transaksi harian rata-rata bursa Rp 7,78 triliun. Delapan dari 10 sektor memerah. Hanya sektor pertambangan dan sektor perdagangan, jasa dan investasi yang menguat tipis. 

Penjualan bersih asing masih terjadi dan menggenapi catatan tujuh hari penjualan bersih berturut-turut. Penjualan asing mencapai Rp 679,2 miliar, kemarin. Ini adalah penjualan bersih tertinggi dalam tujuh hari perdagangan terakhir, jika tidak memasukkan transaksi pengalihan kepemilikan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) oleh Grup Sinarmas pada 29 Mei lalu. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini