Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Sejumlah saham ini diprediksi bakal menonjol




Bestprofit - JAKARTA. Pasar modal kini telah memasuki semester II-2017. Lantas, mana saja emiten diprediksi bisa memiliki kinerja baik. Pada bulan Juni lalu, setidaknya beberapa emiten mencatatkan pertumbuhan harga saham yang melesat, bahkan menembus rekor historis (all time high).Misalnya saja, seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang berhasil mencetak rekor pada 21 Juni 2017 dengan level 15.300. 

Selain itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga mencetak rekor pada 21 Juni 2017 dengan level 49.000. Sehari sebelumnya, atau pada 20 Juni 2017, emiten PT Bank Agris Tbk (AGRS) juga mencatat rekor pada level 452. Pada pertengahan bulan Juni, saham emiten PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga mencetak rekor pada level 2700, kemudian diikuti oleh PT Voksel Electric Tbk (VOKS) pada level 1800. Sehari berikutnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) juga mencatat rekor dengan level saham pada 80.000, dan PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) yang juga mencetak rekor pada level 328.

Emiten yang berhasil mencatat all time high tersebut, sebagian besar merupakan emiten perbankan dan konsumer. Meskipun demikian, ada pula beberapa emiten yang bisa menjadi pilihan ke depan. "Sektor pilihannya antara lain adalah infrastruktur, perbankan, dan mining," terang Lucky Bayu Purnomo, analis Danareksa Sekuritas kepada KONTAN. Saham pilihan sektor infrastruktur, di antaranya seperti ADHI, PTPP, WIKA, dan WSKT. Sementara perbankan ada BMRI, BBRI, dan BBCA sedangkan saham mining di antaranya seperti PTBA, ANTM, INCO, dan TINS.

Kevin Juido Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas menyatakan saham-saham sektor mining dan finance berpotensi mentereng pada semester II. Untuk saham mining, di antaranya seperti ADRO, ITMG, dan PTBA yang bisa dikoleksi jangka panjang. Sedangkan saham finance, di antaranya seperti BBCA dan BBRI.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini