Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa AS rekor jelang pengumuman tenaga kerja

Best Profit - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup dengan rekor baru pada perdagangan Kamis waktu setempat. Indeks AS beterbangan dengan ekspektasi pemerintah akan mengumumkan angka pertumbuhan ketenagakerjaan yang kuat pada Jumat pagi.Indeks S&P 500 naik 18,26 poin atau 0,76% dan ditutup di level tertinggi baru 2.430,06. Sektor bahan baku, finansial, dan kesehatan memimpin penguatan.

Dow Jones Industrial Average menguat 135 poin atau 0,65% ke 21.144,18. Saham UnitedHealth dan Goldman Sachs menjadi penyumbang kenaikan terbesar. Indeks Nasdaq juga bertambah 48,31 poin atau 0,78% ke 6.246,83. Ekonom yang dikumpulkan Reuters memperkirakan, ekonomi AS akan menambah 185.000 pekerjaan pada bulan Mei lalu. Namun, pada rilis kemarin dari ADP and Moody's Analytics menunjukkan, ada kenaikan 253.000 pekerjaan di bulan Mei.

Sehingga menaikkan ekspektasi hasil yang akan diumumkan pemerintah pada Jumat pagi waktu setempat. Ini adalah kejutan positif. Secara keseluruhan, ekonomi berjalan dengan sangat baik," kata David Kelly, Chief Global Strategist di JPMorgan Funds, mengomentari hasil ADP and Moody's. Data tersebut menjadi pelipur lara Wall Street yang mendapat beberapa data ekonomi di bawah ekspektasi. Klaim pengangguran mingguan yang sebesar 248.000, lebih besar ketimbang perkiraan 239.000. 

ISM Manufaturing Mei yang di posisi 54,9, di bawah perkiraan 55,0. Serta belanja konstruksi yang jatuh 1,4%, dibanding perkiraan pasar yaitu ada kenaikan 0,5%. Data tersebut akan akan diolah menjadi petunjuk bagi bank sentral Federal Reserve yang diperkirakan pasar menaikkan bunga pada pertemuan 13-14 Juni mendatang. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini