Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

GBP manfaatkan pelemahan AUD


PT Bestprofit - JAKARTA. Mata uang poundsterling (GBP) diuntungkan dengan kurang solidnya data ekonomi Australia. Alhasil, mata uang Inggris mampu ungguli dollar aussie (AUD). Mengutip Bloomberg, Senin pukul 19.20 WIB, pasangan GBP/AUD naik 0,17% ke level 1,6801 dibanding sehari sebelumnya. 

Anthonius Edyson, Research and Analyst PT Astronacci International memaparkan, indeks kepercayaan konsumen Australia yang dirilis Westpack menurun hingga 1,8% secara bulanan. "Data ini membawa sentimen negatif pada AUD meski tidak signifikan," ujarnya.  Di sisi lain, suku bunga Inggris dalam rapat Bank Sentral Inggris (BOE) memang tetap pada level 0,25%. Namun, inflasi naik signifikan di level 2,9% sehingga mendukung penguatan GBP. 

Edyson memprediksi, laju pairing GBP/AUD bisa berlanjut pada Selasa (20/6). Poundsterling menanti pidato Gubernur BOE Mark Carney. Sedangkan, AUD menanti rilis catatan rapat Bank Sentral Australia (RBA) serta data House Price Index kuartal I-2017 yang diramal turun ke level 2,2% dari sebelumnya 4,1%. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini