Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Koreksi pasar segera berakhir

Best Profit - JAKARTA. Menjelang rapat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) pekan ini, kekuatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali tertahan. Enam dari 10 analis pada survei KONTAN memperkirakan, IHSG berpeluang turun hari ini.Median support untuk IHSG hari ini berada di angka 5.647,5 dan median resistance di level 5.716,5. Sedangkan support terdekat pada 5.672 dan resistance terdekat di angka 5.700. 

Tasrul, analis Mirae Asset Sekuritas melihat, hasil optimalisasi money flow index (MFI) , William %R (W%R) dan relative strength index (RSI) cenderung turun tapi dalam kisaran terbatas. "Untuk sementara, potensi koreksi masih terlihat dengan kecenderungan akan segera bottom reversal," kata Tasrul. Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, analis Binaartha Parama Sekuritas mengatakan, terdapat three outside down candlestick pattern

Ini mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat lanjutan pada pergerakan indeks," kata dia. Meski ada potensi koreksi pada perdagangan hari ini, Nafan menyebut ada beberapa saham yang layak diperhatikan seperti  ASII, ICBP, BISI, LSIP, SSMS, PPRO, PGAS, dan WSKT. Akhir pekan lalu, IHSG kembali melemah 0,48% ke level 5.675,52. Ini adalah level di bawah 5.700 pertama IHSG pada bulan Juni.  

Investor asing mencetak penjualan bersih Rp 1,02 triliun. Penjualan bersih asing terus terjadi secara berturut-turut sejak 26 Mei atau dalam 10 hari perdagangan berturut-turut. Berdasarkan data RTI, penjualan bersih asing tertinggi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Jaya Real Properti Tbk (JRPT). Saham JRPT ini pun merupakan saham dengan transaksi tertinggi di pasar negosiasi. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini