Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Trump tampil mengecewakan, Wall Street memerah


PT Bestprofit - NEW YORK. Penampilan Presiden AS terpilih Donald Trump pada konferensi pers pertamanya mengecewakan investor. Kondisi ini yang kemudian tampak pada pergerakan pasar saham AS yang kompak memerah malam tadi. Mengutip data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,32% menjadi 19.891. Saham Walt Disney menjadi saham dengan penurunan terdalam. 

Sementara, saham McDonald's menjadi saham dengan kenaikan tertinggi.Adapun indeks S&P 500 turun 0,21% menjadi 2.270,44. Sektor finansial menjadi sektor dengan kenaikan terbesar di antara tujuh sektor lainnya. Sedangkan sektor dengan performa terbaik adalah sektor telekomunikasi. Di sisi lain, indeks Nasdaq juga tertekan 0,29% menjadi 5.547,49. 

Dalam setiap sembilan saham yang turun, terdapat lima saham yang mendaki di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan tadi malam melibatkan 787,27 juta saham dengan volume transaksi gabungan mencapai 3,414 miliar saham saat penutupan. Saya rasa pelaku pasar mulai mengambil langkah moderat dari langkah yang diambil beberapa pekan sebelumnya, dan itu sah-sah saja. 

Market sebelumnya terdorong oleh banyak sekali kabar baik. Dan saat ini, market membutuhkan penjelasan detil mengenai kebijakan," papar Art Hogan, chief market strategist Wunderlich Securities. Sementara itu, Craig Erlam, senior market analyst Oanda menilai, konferensi pers pertama Trump pada Rabu lalu bukanlah sesuatu yang ingin didengar investor.

Apalagi dengan adanya pembicaraan mengenai proteksionisme dan lebih banyak menyerang perusahaan, Trump sangat tidak market friendly," papar Erlam. Trump menyerang industri farmasi, yang pada akhirnya membuat saham-saham kesehatan dan bioteknologi terguncang. Dia juga dinilai gagal dalam memberikan penjelasan detil atas tiga kunci kebijakan politiknya, yakni: reformasi pajak, deregulasi atas sektor tertentu, dan stimulus fiskal. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini