Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG masih dalam tren positif

PT Bestprofit - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal melanjutkan tren positif pada perdagangan terakhir pekan lalu. Tapi dalam hitungan sepekan, indeks masih berada pada jalur menanjak. Tercatat pada perdagangan Jumat IHSG melemah 0,09% menjadi 5.312. Tapi dalam sepekan indeks masih naik sebesar 1,1% dari perdagangan pekan sebelumnya di level 5.254. 

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pergerakan IHSG pekan kemarin sebenarnya baik karena mampu mendorong penguatan sebesar 1,1%, dibandingkan pekan sebelumnya melemah 0,35%. Bahkan pergerakannya mampu melampaui pencapaian level tertinggi sebelumnya diatas 5.309. 

Pelaku pasar sempat menjauhi pasar di awal perdagangan untuk mengamankan posisi dan terlihat wait and see,” kata Reza pekan lalu. Dugaan analis, pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan Donald Trump pasca pelantikanya. Tapi tercermin pelaku pasar seperti merespon positif pidato Trump sehingga bursa saham Amerika Serikat cenderung berada di zona hijau. 

Indeks DIJA terbukti mampu menyentuh level tertinggi, yang diharapkan memberikan imbas positif juga terhadap IHSG. Tapi sayangnya, sentimen dalam negeri membuat laju IHSG sedikit tertahan dari awal perdagangan. 

Hanya rilis laporan keuangan emiten tahun 2016 diharapkan menjadi obat kuat indeks dipekan ini. Makanya, Reza masih memprediksi masih terjadi tren bullish pada IHSG besok di kisaran level support 5.275-5.289 dan resistance 5.322-5.336. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini