Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Dollar lunglai karena pernyataan Trump dan Brexit


PT Bestprofit - LONDON. Posisi dollar AS melemah. Sebaliknya, pamor emas kian mentereng. Kondisi ini terjadi pasca presiden terpilih AS Donald Trump menyatakan bahwa dollar AS saat ini "terlalu kuat". Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 10.34 waktu London, Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,7% ke level terendah dalam sebulan terakhir. 

Sementara, nilai tukar poundsterling menguat 0,7% menjadi US$ 1,2133. Adapun euro menguat 0,6% menjadi US$ 1,066.Di sisi lain, yen diperdagangkan di level 113,26 per dollar AS atau menguat 0,8%. Jika dihitung dalam tujuh sesi terakhir, yen sudah menguat 3,2%. Seperti yang dikutip dari Wall Street Journal, Trump menyatakan bahwa nilai dari dollar AS sudah terlalu tinggi karena China menekan mata uangnya. 

Pergerakan dollar menjadi acuan pada titik ini dan seluruh mata tertuju pada seberapa tajam kebijakan AS yang akan diberlakukan nanti," jelas Fredrik Nerbrand, global head of asset allocation HSBC Holdings Plc di London. Selain itu, market juga menanti pernyataan dari Perdana Menteri Inggris Theresa May yang dijadwalkan akan berlangsung hari ini. 

Faktor ganda, yakni Brexit dan Trump, mendominasi pergerakan market pada tahun ini. Pernyataan dari Trump telah menyebabkan trader menebak-nebak artinya. Sedangkan pernyataan May diprediksi akan memberikan kejelasan mengenai strategi Inggris saat keluar dari Uni Eropa. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini