Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah dijegal data Amerika

Best Profit - JAKARTA. Mata uang Garuda masih terus membubung. Kamis, kurs spot rupiah naik 0,54% ke Rp 13.367 per dollar AS. Sementara kurs tengah rupiah Bank Indonesia menguat 0,81% menjadi Rp 13.478 per dollar AS. Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, melihat, penguatan rupiah dipengaruhi sentimen domestik maupun global. 

Dari eksternal, inflasi Uni Eropa yang naik dan sektor manufaktur Inggris yang tumbuh membuat dollar AS koreksi.Ini positif bagi mata uang Asia, ujarnya. Dari dalam negeri, rupiah diuntungkan oleh lelang SUN perdana di 2017, Selasa. Pemerintah meraup penawaran sekitar Rp 36,9 triliun. Hal ini menunjukkan pasar optimistis dengan kondisi ekonomi Indonesia. 

Tapi, dibukanya notulen rapat FOMC bisa menahan penguatan rupiah hari ini. Notulen FOMC menyebut seluruh petinggi The Fed menyepakati kenaikan suku bunga Desember lalu. Ini memperkuat indikasi The Fed akan mempercepat kenaikan suku bunga tahun ini. 

Rupiah bisa terkoreksi ke Rp 13.325–Rp 13.450,” imbuh Josua. Nizar Hilmy, Analis SoeGee Futures, menilai rupiah akan terkonsolidasi, karena pelaku pasar menunggu rilis data non farm payroll. Ia memprediksi hari ini, rupiah bergerak antara Rp 13.370–Rp 13.430 per dollar AS. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini