Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa AS flat setelah melaju 2 hari terakhir

Best Profit - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir mixed perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dengan indeks acuan diperdagangkan di sekitar level tertinggi sepanjang masa di mana pelaku pasar mengkaji laporan pendapatan perusahaan. 

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average naik 32,40 poin, atau 0,16 %, menjadi ditutup pada 20.100,91, dengan DuPont memimpin penguatan dan Verizon paling dalam pelemahannya. Indeks S & P 500 turun 1,69 poin, atau 0,07 %, menjadi berakhir pada 2.296,68. Indeks komposit Nasdaq turun 1,16 poin, atau 0,02 %, menjadi ditutup pada 5.655,18. 

Saham Qualcomm membebani S & P 500 dan Nasdaq di mana saham pembuat chip itu jatuh 5,0 % menjadi US$ 54,05 setelah membukukan kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan pendapatan kuartalan. Asal tahu saja, reli pasca pemilu menyulut kembali pekan ini setelah awal yang solid untuk musim pendapatan dan optimisme atas inisiatif pro-pertumbuhan Presiden AS Donald Trump. 

Mendorong kinerja indeks acuan S & P 500 terbaik dalam dua hari selama tujuh pekan. Tidak hanya itu, indeks Dow Jones terbang ke level di atas 20.000 untuk pertama kalinya. Dari 146 perusahaan yang telah melaporkan pendapatan hingga Kamis pagi, 69,2 % telah melampaui ekspektasi, dibandingkan dengan rata-rata 63,6 % sejak tahun 1994. 



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini