Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Sentimen IHSG masih datang dari Amerika



Bestprofit - JAKARTA. Selama dua hari perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat. Analis memprediksi indeks melanjutkan penguatan pada transaksi hari ini. Pada Kamis, IHSG menguat tipis 0,08% jadi 5.298,94. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 180,74 miliar. 

Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji menilai, IHSG menguat terdorong keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang mempertahankan BI 7-day reverse repo rate sebesar 4,75%. Prospek ekonomi Indonesia juga diprediksi masih tumbuh pada tahun ini. Meski demikian, bukan berarti IHSG bakal melenggang bebas. 

Sebab, masih ada sentimen dari luar negeri yang berpotensi menekan IHSG. Misalnya, pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Apalagi, dalam pidatonya, Gubernur The Fed Janet Yellen memastikan rencana kenaikan suku bunga AS di tahun ini. 

Secara psikologis, pelaku pasar masih wait and see, sehingga indeks hari ini berpotensi turun dan bergerak antara support 5.277 dan resistance 5.321. Tasrul, analis Mirae Asset Sekuritas memprediksi, IHSG hari ini masih menguat dan bergerak antara level support 5.276 dan resistance 5.319. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini