Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Spot Pagi Ini Menguat 0,07% ke Rp 16.415 per Dolar AS, Selasa (20/5)

 

Nilai tukar rupiah di Pasar Spot pagi ini tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, Selasa (20/5), rupiah berada di level 16.415 per dolar AS. Nilai tukar rupiah tersebut menguat 0,12% atau 19 poin dibandingkan harga penutupan kemarin yang di level Rp 16.434 per dolar AS.

Kemarin nilai tukar rupiah menguat tipis 0,07% dari perdagangan sebelumnya ke level Rp 16.433. Sebaliknya, data Jisdor Bank Indonesia (BI) menunjukkan, rupiah melemah 0,19% dari perdagangan sebelumnya ke level Rp 16.455.

Kemarin seperti ditulis KONTAN, Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang mengatakan, pelemahan global pada dolar AS pasca penurunan sovereign credit rating AS menahan pelemahan rupiah. 

"Pada perdagangan Selasa (20/5), pelaku pasar bakal mencermati dampak proyeksi inflasi AS," ujarnya, kemarin (19/5).

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menyebut pasar merespons positif tentang kontribusi hilirisasi terhadap capaian investasi Indonesia.

Menurut Ibrahim, rupiah akan bergerak fluktuatif di rentang Rp 16.370–Rp 16.440 per dolar AS dengan kecenderungan menguat pada Selasa (19/5). 

Dengan asumsi tekanan dolar AS tetap moderat dan aliran portofolio tetap terjaga, Hosianna memperkirakan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.400–Rp 16.480 per dolar AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini