Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Triputra Agro (TAPG) Kantongi Dividen Rp 16,05 Miliar dari Anak Usaha

 

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mendapatkan dividen dari anak usahanya. Melansir keterbukaan informasi tanggal 6 Mei, anak usaha TAPG, PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA) melakukan pembagian dividen.

Sekretaris Perusahaan TAPG Joni Tjeng menuturkan, tanggal transaksi tercatat pada tanggal 5 Mei 2025.

AAPA merupakan perusahaan terkendali TAPG yang sahamnya dimiliki oleh PT Agro Multi Persada (AMP) sebesar 99,9%. TAPG sendiri memiliki saham AMP sebesar 94,93%.

Joni menjelaskan, AAPA membagikan dividen sebesar Rp 16,05 miliar untuk tahun buku 2024.

“Tidak berdampak material atas transaksi pembagian dividen perusahaan terkendali perseroan AAPA tersebut,” ujarnya Joni dalam keterbukaan informasi tersebut.

Kuartal I-2025

Sebagai informasi, TAPG mencetak kenaikan laba bersih dan pendapatan sepanjang Januari-Maret 2025.

Laba bersih TAPG tercatat Rp 805,25 miliar per kuartal I 2025, naik 117,16% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 370,8 miliar di kuartal I 2024.

Kenaikan laba itu didorong oleh peningkatan pendapatan sebesar 37,03% yoy menjadi Rp 2,62 triliun per akhir Maret 2025. Sebelumnya, pendapatan TAPG sebesar Rp 1,91 triliun di akhir Maret 2024.

Secara rinci, segmen produk kelapa sawit dan turunannya berkontribusi mayoritas ke pendapatan, yaitu Rp 2,61 triliun. Sisanya, disumbang oleh segmen produk karet dan turunannya sebesar Rp 7,75 miliar.

Beban pokok penjualan TAPG ikut naik menjadi Rp 1,70 triliun di akhir kuartal I 2025, dari sebelumnya Rp 1,38 triliun di akhir kuartal I 2024.

Laba bruto pun naik 72,24% yoy dari Rp 529,32 miliar hingga Maret 2024, menjadi Rp 911,74 miliar hingga Maret 2025.

Dengan kinerja tersebut, TAPG mengantongi laba per saham dasar Rp 41 di akhir kuartaI I-2025, naik dari Rp 19 di akhir kuartal I 2024.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini