Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Triputra Agro (TAPG) Kantongi Dividen Rp 16,05 Miliar dari Anak Usaha

 

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mendapatkan dividen dari anak usahanya. Melansir keterbukaan informasi tanggal 6 Mei, anak usaha TAPG, PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA) melakukan pembagian dividen.

Sekretaris Perusahaan TAPG Joni Tjeng menuturkan, tanggal transaksi tercatat pada tanggal 5 Mei 2025.

AAPA merupakan perusahaan terkendali TAPG yang sahamnya dimiliki oleh PT Agro Multi Persada (AMP) sebesar 99,9%. TAPG sendiri memiliki saham AMP sebesar 94,93%.

Joni menjelaskan, AAPA membagikan dividen sebesar Rp 16,05 miliar untuk tahun buku 2024.

“Tidak berdampak material atas transaksi pembagian dividen perusahaan terkendali perseroan AAPA tersebut,” ujarnya Joni dalam keterbukaan informasi tersebut.

Kuartal I-2025

Sebagai informasi, TAPG mencetak kenaikan laba bersih dan pendapatan sepanjang Januari-Maret 2025.

Laba bersih TAPG tercatat Rp 805,25 miliar per kuartal I 2025, naik 117,16% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 370,8 miliar di kuartal I 2024.

Kenaikan laba itu didorong oleh peningkatan pendapatan sebesar 37,03% yoy menjadi Rp 2,62 triliun per akhir Maret 2025. Sebelumnya, pendapatan TAPG sebesar Rp 1,91 triliun di akhir Maret 2024.

Secara rinci, segmen produk kelapa sawit dan turunannya berkontribusi mayoritas ke pendapatan, yaitu Rp 2,61 triliun. Sisanya, disumbang oleh segmen produk karet dan turunannya sebesar Rp 7,75 miliar.

Beban pokok penjualan TAPG ikut naik menjadi Rp 1,70 triliun di akhir kuartal I 2025, dari sebelumnya Rp 1,38 triliun di akhir kuartal I 2024.

Laba bruto pun naik 72,24% yoy dari Rp 529,32 miliar hingga Maret 2024, menjadi Rp 911,74 miliar hingga Maret 2025.

Dengan kinerja tersebut, TAPG mengantongi laba per saham dasar Rp 41 di akhir kuartaI I-2025, naik dari Rp 19 di akhir kuartal I 2024.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)