Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Emas Spot Menuju Pekan Terburuk dalam Enam Bulan pada Jumat (16/5)

 

Harga emas melemah pada Jumat (16/5) dan diperkirakan mencatat penurunan mingguan terdalam dalam enam bulan terakhir.

Seiring meredanya kekhawatiran perang dagang yang mengurangi minat investor terhadap aset lindung nilai seperti emas.

Melansir Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$3.235,59 per ons troi pada pukul 00.27 GMT.

Sepanjang pekan ini, logam mulia ini telah turun lebih dari 2% dan berada di jalur penurunan mingguan terburuk sejak November tahun lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 0,4% ke level $3.239,20.

Indeks dolar AS naik 0,4% sepanjang pekan, menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

Di awal pekan, AS dan China sepakat untuk sementara menurunkan tarif tinggi timbal balik yang telah mereka terapkan.

Langkah ini meredakan kekhawatiran perang dagang yang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran akan resesi global.

Dari sisi makroekonomi, data menunjukkan bahwa indeks harga produsen (PPI) AS secara tak terduga turun pada April, sementara pertumbuhan penjualan ritel juga melambat. Sebelumnya, inflasi konsumen (CPI) juga dilaporkan tumbuh di bawah ekspektasi pasar.

Gubernur The Fed Michael Barr pada Kamis menyatakan bahwa ekonomi AS masih berada di jalur yang solid, dengan inflasi bergerak menuju target 2% bank sentral.

Namun, kebijakan perdagangan disebutnya masih menimbulkan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi.

Saat ini pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 57 basis poin hingga akhir tahun, dengan pelonggaran pertama diproyeksi dimulai pada September.

Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik, biasanya berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah.

dan China

“Meskipun kekhawatiran langsung telah mereda, risiko tetap ada terkait implementasi tarif dan fakta bahwa bahkan tarif yang telah diturunkan masih menimbulkan tekanan inflasi dan dapat menekan permintaan,” kata analis Standard Chartered, Suki Cooper, dalam catatannya.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,2% menjadi US$32,61 per ons troi. Platinum naik 0,3% ke US$992,55, sedangkan paladium melemah 0,7% ke US$961,50.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini