Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Emas Spot Menuju Pekan Terburuk dalam Enam Bulan pada Jumat (16/5)

 

Harga emas melemah pada Jumat (16/5) dan diperkirakan mencatat penurunan mingguan terdalam dalam enam bulan terakhir.

Seiring meredanya kekhawatiran perang dagang yang mengurangi minat investor terhadap aset lindung nilai seperti emas.

Melansir Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$3.235,59 per ons troi pada pukul 00.27 GMT.

Sepanjang pekan ini, logam mulia ini telah turun lebih dari 2% dan berada di jalur penurunan mingguan terburuk sejak November tahun lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 0,4% ke level $3.239,20.

Indeks dolar AS naik 0,4% sepanjang pekan, menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

Di awal pekan, AS dan China sepakat untuk sementara menurunkan tarif tinggi timbal balik yang telah mereka terapkan.

Langkah ini meredakan kekhawatiran perang dagang yang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran akan resesi global.

Dari sisi makroekonomi, data menunjukkan bahwa indeks harga produsen (PPI) AS secara tak terduga turun pada April, sementara pertumbuhan penjualan ritel juga melambat. Sebelumnya, inflasi konsumen (CPI) juga dilaporkan tumbuh di bawah ekspektasi pasar.

Gubernur The Fed Michael Barr pada Kamis menyatakan bahwa ekonomi AS masih berada di jalur yang solid, dengan inflasi bergerak menuju target 2% bank sentral.

Namun, kebijakan perdagangan disebutnya masih menimbulkan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi.

Saat ini pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 57 basis poin hingga akhir tahun, dengan pelonggaran pertama diproyeksi dimulai pada September.

Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik, biasanya berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah.

dan China

“Meskipun kekhawatiran langsung telah mereda, risiko tetap ada terkait implementasi tarif dan fakta bahwa bahkan tarif yang telah diturunkan masih menimbulkan tekanan inflasi dan dapat menekan permintaan,” kata analis Standard Chartered, Suki Cooper, dalam catatannya.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,2% menjadi US$32,61 per ons troi. Platinum naik 0,3% ke US$992,55, sedangkan paladium melemah 0,7% ke US$961,50.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)