Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Rawan Terkoreksi pada Selasa (6/5) Usai Data Pertumbuhan Ekonomi Dirilis

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada awal pekan ini, mencatatkan reli selama enam hari berturut-turut. Pada perdagangan Senin (5/5/2025), IHSG naik 0,24% atau bertambah 16,22 poin ke level 6.831,95.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG hari ini selaras dengan pergerakan bursa global dan mayoritas pasar saham Asia. 

Namun, di tengah penguatan pasar saham domestik, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia justru menunjukkan kontraksi, yang mencerminkan daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya pulih. 

"Untuk besok, kami perkirakan IHSG rawan koreksi dengan support 6.815 dan resistance 6.880," kata Herditya kepada Kontan, Senin (5/5).

Herditya memproyeksikan bahwa koreksi IHSG Selasa (6/5) diwarnai adanya potensi aksi ambil untung atau profit taking mengingat IHSG telah menguat cukup signifikan dalam sebulan terakhir.

Untuk perdagangan Selasa (6/5), Herditya merekomendasikan untuk mencermati saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di target harga Rp 7.350-Rp 7.925, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada target Rp 6.650-Rp 7.400 dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dengan target harga Rp 5.900-Rp 6.100 per saham.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyampaikan bahwa IHSG berupaya menutup gap menuju level 6.870 pada perdagangan Senin (5/5/2025). Dengan pencapaian ini, reli IHSG telah berlangsung selama enam hari berturut-turut sejak 25 April 2025.

"Secara teknikal, potensi kelanjutan tren bullish reversal pada IHSG masih cukup kuat. Namun, tetap perlu diwaspadai potensi terjadinya pullback wajar dalam jangka pendek," ujar Alrich kepada Kontan, Senin (5/5).

Alrich menambahkan, meskipun IHSG menguat, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 mencapai 4,87% YoY berada di bawah ekspektasi 4,91% YoY dan turun dari 5,02% YoY di kuartal IV-2024. 

"Investor nampaknya telah mengantisipasi kondisi ini bersamaan dengan pelemahan signifikan IHSG di awal April 2025," ucap Alrich.

Di sisi lain, investor menaruh harapan besar pada kesepakatan dagang, terlebih ada kabar bahwa kelompok produsen alas kaki di AS meminta Presiden AS, Donald Trump untuk membebaskan produk alas kaki dari reciprocal tariffs. 

"Hal ini dapat menguntungkan Indonesia, mengingat salah satu komoditas ekspor utama Indonesia ke AS adalah produk alas kaki," ujar Alrich kepada Kontan, Senin (5/5).

Untuk perdagangan besok, Alrich memprediksi level support IHSG berada di posisi 6.750 dan resistance 6.950.

Adapun top picks Phintraco Sekuritas di perdagangan Selasa (6/5) meliputi ADMR, AMRT, AADI, MYOR, dan INDY.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)