Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Rawan Terkoreksi pada Selasa (6/5) Usai Data Pertumbuhan Ekonomi Dirilis

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada awal pekan ini, mencatatkan reli selama enam hari berturut-turut. Pada perdagangan Senin (5/5/2025), IHSG naik 0,24% atau bertambah 16,22 poin ke level 6.831,95.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG hari ini selaras dengan pergerakan bursa global dan mayoritas pasar saham Asia. 

Namun, di tengah penguatan pasar saham domestik, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia justru menunjukkan kontraksi, yang mencerminkan daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya pulih. 

"Untuk besok, kami perkirakan IHSG rawan koreksi dengan support 6.815 dan resistance 6.880," kata Herditya kepada Kontan, Senin (5/5).

Herditya memproyeksikan bahwa koreksi IHSG Selasa (6/5) diwarnai adanya potensi aksi ambil untung atau profit taking mengingat IHSG telah menguat cukup signifikan dalam sebulan terakhir.

Untuk perdagangan Selasa (6/5), Herditya merekomendasikan untuk mencermati saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di target harga Rp 7.350-Rp 7.925, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada target Rp 6.650-Rp 7.400 dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dengan target harga Rp 5.900-Rp 6.100 per saham.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyampaikan bahwa IHSG berupaya menutup gap menuju level 6.870 pada perdagangan Senin (5/5/2025). Dengan pencapaian ini, reli IHSG telah berlangsung selama enam hari berturut-turut sejak 25 April 2025.

"Secara teknikal, potensi kelanjutan tren bullish reversal pada IHSG masih cukup kuat. Namun, tetap perlu diwaspadai potensi terjadinya pullback wajar dalam jangka pendek," ujar Alrich kepada Kontan, Senin (5/5).

Alrich menambahkan, meskipun IHSG menguat, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 mencapai 4,87% YoY berada di bawah ekspektasi 4,91% YoY dan turun dari 5,02% YoY di kuartal IV-2024. 

"Investor nampaknya telah mengantisipasi kondisi ini bersamaan dengan pelemahan signifikan IHSG di awal April 2025," ucap Alrich.

Di sisi lain, investor menaruh harapan besar pada kesepakatan dagang, terlebih ada kabar bahwa kelompok produsen alas kaki di AS meminta Presiden AS, Donald Trump untuk membebaskan produk alas kaki dari reciprocal tariffs. 

"Hal ini dapat menguntungkan Indonesia, mengingat salah satu komoditas ekspor utama Indonesia ke AS adalah produk alas kaki," ujar Alrich kepada Kontan, Senin (5/5).

Untuk perdagangan besok, Alrich memprediksi level support IHSG berada di posisi 6.750 dan resistance 6.950.

Adapun top picks Phintraco Sekuritas di perdagangan Selasa (6/5) meliputi ADMR, AMRT, AADI, MYOR, dan INDY.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini