Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Naik 1,13% ke 7.058,94 pada Sesi I Kamis (15/5), Top Gainers: MDKA, BBRI, INKP

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli tiga hari beruntun pada perdagangan Kamis (15/5).

Mengutip RTI pada perdagangan sesi pertama, IHSG naik 1,13% atau 79,064 poin ke level 7.058,944.

Tercatat 330 saham naik, 247 saham turun, dan 229 saham stagnan. Total volume perdagangan 17 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 9 triliun.

Sebanyak tujuh indeks sectoral menopang Langkah IHSG pada perdagangan pagi. Tiga sector dengak kenaikan tertinggi yakni: IDX-Finance 1,47%, IDX-Energy 1,21%, dan IDX-Basic 1,17%.

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 4,52% ke Rp 1.850

- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 4,16% ke Rp 4.250

- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik 2,59% ke Rp 5.950

Saham-saham top losers LQ45:

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 3,80% ke Rp 76

- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 2,42% ke Rp 2.420 

- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 2,40% ke Rp 610

Bursa regional memerah

Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Kamis (15/5), bertolak belakang dengan penguatan Wall Street semalam.

Investor masih mencermati perkembangan terbaru ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,90%, sementara Topix terkoreksi 0,75%. Di Korea Selatan, Kospi melemah 0,29% dan Kosdaq turun 0,37%.

Pasar Hong Kong juga tertekan, dengan Hang Seng turun 0,42%. Sementara itu, indeks CSI 300 yang melacak saham unggulan di bursa Shanghai dan Shenzhen terkoreksi 0,6%.

India’s Nifty 50 dibuka nyaris stagnan dan bursa Australia justru menguat tipis, dengan S&P/ASX 200 naik 0,21%.

Analis Citi dalam catatannya mengingatkan bahwa meski pasar telah mengantisipasi tekanan makro akibat tarif perdagangan, risiko volatilitas gelombang kedua masih terbuka, terutama akibat ketidakpastian fiskal dan melemahnya data ekonomi AS. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini