Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Naik 1,13% ke 7.058,94 pada Sesi I Kamis (15/5), Top Gainers: MDKA, BBRI, INKP

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli tiga hari beruntun pada perdagangan Kamis (15/5).

Mengutip RTI pada perdagangan sesi pertama, IHSG naik 1,13% atau 79,064 poin ke level 7.058,944.

Tercatat 330 saham naik, 247 saham turun, dan 229 saham stagnan. Total volume perdagangan 17 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 9 triliun.

Sebanyak tujuh indeks sectoral menopang Langkah IHSG pada perdagangan pagi. Tiga sector dengak kenaikan tertinggi yakni: IDX-Finance 1,47%, IDX-Energy 1,21%, dan IDX-Basic 1,17%.

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 4,52% ke Rp 1.850

- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 4,16% ke Rp 4.250

- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik 2,59% ke Rp 5.950

Saham-saham top losers LQ45:

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 3,80% ke Rp 76

- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 2,42% ke Rp 2.420 

- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 2,40% ke Rp 610

Bursa regional memerah

Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Kamis (15/5), bertolak belakang dengan penguatan Wall Street semalam.

Investor masih mencermati perkembangan terbaru ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,90%, sementara Topix terkoreksi 0,75%. Di Korea Selatan, Kospi melemah 0,29% dan Kosdaq turun 0,37%.

Pasar Hong Kong juga tertekan, dengan Hang Seng turun 0,42%. Sementara itu, indeks CSI 300 yang melacak saham unggulan di bursa Shanghai dan Shenzhen terkoreksi 0,6%.

India’s Nifty 50 dibuka nyaris stagnan dan bursa Australia justru menguat tipis, dengan S&P/ASX 200 naik 0,21%.

Analis Citi dalam catatannya mengingatkan bahwa meski pasar telah mengantisipasi tekanan makro akibat tarif perdagangan, risiko volatilitas gelombang kedua masih terbuka, terutama akibat ketidakpastian fiskal dan melemahnya data ekonomi AS. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)