Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Sebagian Bursa Asia Masih Libur, ASX 200 Bergerak Tipis di Pagi Ini (6/5)

 

Sebagian Bursa Asia masih ditutup pada perdagangan hari ini. Selasa (6/5),pukul 08.22 WIB, indeks Hang Seng dibuka menguat 0,32% ke 22.576,56.

Sedangkan, indeks Taiex turun 0,6% ke 20.409,64 dan indeks ASX 200 melemah tipis 0,01% ke 8.156,6.

Sementara itu, FTSE Straits Times terlihat menguat tipis 0,04% ke 3.854,72 dan FTSE Malay naik 0,11% ke 1.541,2.

Saham Australia dibuka bergerak tipis pada hari ini karena investor menilai perkembangan perdagangan antara Amerika Serikat(AS) dan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, dengan fokus juga pada mata uang Asia yang telah menguat karena penurunan dolar AS.

India dilaporkan telah mengusulkan tarif nol untuk baja, komponen mobil, dan farmasi secara timbal balik dan hingga jumlah impor tertentu.

Di sisi lain, Malaysia mengatakan pada hari Senin bahwa Washington telah menyetujui pembicaraan lebih lanjut dan mungkin ada pemotongan tarif.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa AS "sangat dekat dengan beberapa kesepakatan," menggemakan komentar dari Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya bahwa mungkin ada beberapa kesepakatan paling cepat minggu ini.

Saham di bursa China akan melanjutkan perdagangan setelah libur Hari Buruh di tengah tanda-tanda Washington dan Beijing mengambil pendekatan yang lebih damai untuk menyelesaikan sengketa perdagangan setelah menggunakan tarif balasan.

Pembacaan bulan April untuk Indeks Manajer Pembelian Jasa Caixin — yang mengukur kesehatan sektor nonmanufaktur China, diharapkan akan dirilis hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)