Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Analis Rekomendasi Beli, Harga Saham Emas Ini 300-an, Kinerja Kuartal 1 2025 Kinclong

 

Sejumlah analis rekomendasi beli saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Analis melihat prospek cerah saham BRMS karena memiliki kinerja bagus pada awal tahun 2025. Harga saham BRMS juga terbilang receh, hanya 300-an.

Perusahaan milik keluarga Bakrie ini mencatatkan kinerja yang sangat baik pada kuartal I 2025. Capaian ini ditopang oleh peningkatan produksi emas yang juga diikuti dengan kenaikan harganya.

Dalam tiga bulan pertamanya tahun ini, BRMS berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 63,31 juta, naik hingga 211,5% secara tahunan (yoy). Mengekor, laba bersih perseroan juga meningkat hingga 304% secara yoy ke level US$ 14,46 juta. 

Menurut Investment Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Iqbal Suyudi, pertumbuhan keuangan hingga ratusan persen itu salah satunya didorong oleh kenaikan volume penjualan emas yang signifikan. 

Memang, selama kuartal I 2025, BRMS berhasil menjual emas sebanyak 21.922 ons atau setara dengan 684.397 gram. Jumlah ini meningkat hingga 128% secara yoy. Apalagi, di saat yang sama, harga jual rata-rata (ASP) emas BRMS juga naik 35% secara yoy ke level US$ 2.809 per ons troi.

“ASP BRMS yang meningkat ini memang disebabkan oleh kenaikan harga emas global yang dipicu oleh memanasnya tensi perang dagang pada kuartal pertama tahun 2025,” papar Iqbal lebih lanjut kepada Kontan, Kamis (22/5).

Secara spesifik, Analis Maybank Sekuritas Hasan Barakwan menyebut penjualan BRMS yang meningkat pesat ini didukung oleh meningkatnya volume pengolahan bijih di lokasi Poboya dan meningkatnya kapasitas pabrik kedua BRMS,

Dus, Hasan juga menyoroti kinerja operasional BRMS yang menurutnya tak kalah positif. 

Itu terlihat dari laba operasional yang melonjak sampai 452% secara yoy ke level US$ 27,6 juta, meskipun beban operasionalnya naik hingga 119,2% secara yoy ke level US$ 8,6 juta. Sejalan, level EBITDA dalam periode ini juga melonjak hingga 394% secara tahunan menjadi US$ 30 juta.

Secara keseluruhan, Hasan menilai EBITDA dan margin laba bersih BRMS masih akan tumbuh positif hingga ujung tahun nanti. “Masing-masing mencapai 40,0% dan 24,1%,” sebut Hasan dalam riset 13 Mei 2025.

Dengan capaian yang kuat pada kuartal I 2025, Hasan mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BRMS. Hingga akhir tahun, ia menargetkan harga saham ini mencapai Rp 480 per saham.

Sejalan, Iqbal juga merekomendasikan buy untuk saham BRMS, dengan target harga akhir tahun di level Rp 450 per saham.

Harga saham BRMS pada perdagangan Kamis 22 Mei 2025 ditutup di level 382. Sejak awal tahun 2025, harga saham BRMS susut 20 poin atau 4,98%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)