Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Lupakan Sell in May, Bitcoin Tembus US$107.000 dan Diprediksi Cetak Rekor Baru

 

Harga Bitcoin kembali menguat dan menembus level US$107.000 pada Selasa (21/5), mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

Di tengah adagium klasik Wall Street “Sell in May and go away,” para analis justru melihat musim panas 2025 sebagai momentum kebangkitan aset kripto terbesar ini.

Paul Howard, Direktur di perusahaan perdagangan aset digital Wincent, mengatakan, “Saat ini justru lebih tepat disebut ‘Buy in May and go away’,” Pernyataan ini disampaikan dalam catatan pasar terbaru yang dikutip dari Cointelegraph, Rabu (22/5).

Menurut Howard, sentimen positif dari regulasi yang menguntungkan dan pembelian institusional besar-besaran berpotensi mendorong Bitcoin untuk menembus rekor baru dalam waktu dekat.

ETF dan Perusahaan Masif Serbu Bitcoin

Howard mencatat, Exchange-Traded Fund (ETF) spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sebesar US$667 juta pada Senin (20/5), dengan total akumulasi mencapai US$3,3 miliar selama Mei.

Selain itu, sejumlah perusahaan mengikuti jejak MicroStrategy dalam menambah kepemilikan Bitcoin melalui pembiayaan utang maupun penerbitan saham.

“Dengan kapitalisasi pasar aset kripto yang mendekati US$4 triliun, Bitcoin berpeluang melewati rekor tertingginya dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Howard.

Saat ini, total kapitalisasi pasar kripto global berada di kisaran US$3,3 triliun.

Lembaga analitik Kaiko menyebutkan, faktor-faktor makroekonomi dan politik akan memainkan peran penting sepanjang musim panas ini.

Keputusan suku bunga The Fed pada Juni dan tenggat waktu kebijakan tarif Donald Trump pada 9 Juli diperkirakan dapat memicu volatilitas pasar yang signifikan.

Pasar opsi Bitcoin pun menunjukkan ekspektasi kenaikan harga yang kuat. Kontrak dengan strike price di level US$110.000 dan US$120.000 untuk jatuh tempo pada 27 Juni mencatat volume perdagangan besar, menandakan spekulasi tinggi bahwa Bitcoin akan mencetak rekor baru.

Bitcoin Dekat Rekor, Tren Masih Bullish

Per Selasa, Bitcoin menguat 1,2% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$106.968, hanya terpaut 2% dari rekor tertinggi yang dicapai Januari lalu.

Dengan tren saat ini, Bitcoin berpotensi menutup bulan Mei dengan performa terbaiknya dalam enam tahun terakhir.

Sebagai informasi, Data dari Coinmarketcap.com pada pukul 08.53 WIB menunjukkan harga Bitcoin bergerak di sekitar US$106.825.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini