Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Lupakan Sell in May, Bitcoin Tembus US$107.000 dan Diprediksi Cetak Rekor Baru

 

Harga Bitcoin kembali menguat dan menembus level US$107.000 pada Selasa (21/5), mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

Di tengah adagium klasik Wall Street “Sell in May and go away,” para analis justru melihat musim panas 2025 sebagai momentum kebangkitan aset kripto terbesar ini.

Paul Howard, Direktur di perusahaan perdagangan aset digital Wincent, mengatakan, “Saat ini justru lebih tepat disebut ‘Buy in May and go away’,” Pernyataan ini disampaikan dalam catatan pasar terbaru yang dikutip dari Cointelegraph, Rabu (22/5).

Menurut Howard, sentimen positif dari regulasi yang menguntungkan dan pembelian institusional besar-besaran berpotensi mendorong Bitcoin untuk menembus rekor baru dalam waktu dekat.

ETF dan Perusahaan Masif Serbu Bitcoin

Howard mencatat, Exchange-Traded Fund (ETF) spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sebesar US$667 juta pada Senin (20/5), dengan total akumulasi mencapai US$3,3 miliar selama Mei.

Selain itu, sejumlah perusahaan mengikuti jejak MicroStrategy dalam menambah kepemilikan Bitcoin melalui pembiayaan utang maupun penerbitan saham.

“Dengan kapitalisasi pasar aset kripto yang mendekati US$4 triliun, Bitcoin berpeluang melewati rekor tertingginya dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Howard.

Saat ini, total kapitalisasi pasar kripto global berada di kisaran US$3,3 triliun.

Lembaga analitik Kaiko menyebutkan, faktor-faktor makroekonomi dan politik akan memainkan peran penting sepanjang musim panas ini.

Keputusan suku bunga The Fed pada Juni dan tenggat waktu kebijakan tarif Donald Trump pada 9 Juli diperkirakan dapat memicu volatilitas pasar yang signifikan.

Pasar opsi Bitcoin pun menunjukkan ekspektasi kenaikan harga yang kuat. Kontrak dengan strike price di level US$110.000 dan US$120.000 untuk jatuh tempo pada 27 Juni mencatat volume perdagangan besar, menandakan spekulasi tinggi bahwa Bitcoin akan mencetak rekor baru.

Bitcoin Dekat Rekor, Tren Masih Bullish

Per Selasa, Bitcoin menguat 1,2% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$106.968, hanya terpaut 2% dari rekor tertinggi yang dicapai Januari lalu.

Dengan tren saat ini, Bitcoin berpotensi menutup bulan Mei dengan performa terbaiknya dalam enam tahun terakhir.

Sebagai informasi, Data dari Coinmarketcap.com pada pukul 08.53 WIB menunjukkan harga Bitcoin bergerak di sekitar US$106.825.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)