Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham PANI, BRIS, MAPA, Selasa (20/5)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,49% ke posisi 7.141 pada perdagangan kemarin Senin (19/5).

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tannar memperkirakan secara teknikal IHSG Selasa (20/5) ini akan bergerak di rentang 6.945,69 – 7290,49.

IHSG saat ini berada dalam tren naik yang kuat, ditunjukkan oleh nilai r-squared sebesar 0.8621 dan slope 33.42, yang mengindikasikan kemiringan tren positif. Dengan nilai standar deviasi yang rendah sebesar 1.49, pergerakan IHSG relatif stabil meskipun ada tren kenaikan yang signifikan. Trend line berada pada level 7,118.09, dengan batas atas (Upper Line) di 7,290.49 dan batas bawah (Lower Line) di 6,945.69, menggambarkan rentang pergerakan yang cukup lebar.

Selain memberikan rekomendasi teknikal IHSG, Tasrul juga memberikan rekomendasi teknikal untuk beberapa saham. Berikut rinciannya :

1. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)

PANI berada dalam fase tekanan jual yang kuat, ditunjukkan oleh r-squared sebesar 0.7128 yang mengindikasikan korelasi sedang. Kemiringan tren dengan slope sebesar 119.22 menunjukkan tekanan yang tajam, sementara standar deviasi rendah (1.06) mengindikasikan pergerakan yang relatif stabil. Garis tren berada di 12,255 dengan batas atas di 12,950 dan batas bawah di 11,561, menandakan ruang fluktuasi yang cukup besar.

Support : Rp 11.561
Resistance : Rp 12.950
Rekomendasi : Buy on weakness

2. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

BRIS berada dalam fase tekanan jual yang kuat, ditunjukkan oleh r-squared sebesar 0.7488 yang mengindikasikan korelasi cukup kuat. Kemiringan tren dengan slope sebesar 25.31 menunjukkan tekanan yang moderat, sementara standar deviasi rendah (1.14) mengindikasikan pergerakan harga yang relatif stabil. Garis tren berada di 3,026 dengan batas atas di 3,170 dan batas bawah di 2,881, menandakan ruang fluktuasi yang masih moderat.

Support : Rp 2.881
Resistance : Rp 3.170
Rekomendasi : Buy on Weakness

3. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)

MAPA berada dalam fase tekanan jual yang kuat, ditunjukkan oleh r-squared sebesar 0.8439 yang mengindikasikan korelasi kuat. Kemiringan tren dengan slope sebesar -4.63 menunjukkan tekanan menurun, sementara standar deviasi rendah (1.42) mengindikasikan pergerakan harga yang relatif stabil. Garis tren berada di 604 dengan batas atas di 690 dan batas bawah di 518, menandakan ruang fluktuasi yang cukup besar.

Support : Rp 518
Resistance : Rp 690
Rekomendasi : Buy on Weakness.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini