Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Tembus ke Level 7.000, IHSG Ditopang Saham Bank Jumbo

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 7.058,94 pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini (15/5). Posisi itu membuat IHSG naik 1,13% dari posisi penutupan perdagangan kemarin (14/5) di level 6.979,88.

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 7.003,15 pada perdagangan hari ini. Setelah itu, IHSG menguat 0,81% ke 7.060,27 pada pukul 10.00 WIB, dan terus berlanjut naik 0,95% ke 7.069,78 pada pukul 11.00 WIB.

Di awal sesi perdagangan, IHSG tercatat bergerak di kisaran level terendah 7.002,37 hingga level tertinggi 7.076,74.

Pada sesi pertama ini, total volume transaksi bursa mencapai 17,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 9,05 triliun. Sebanyak 330 saham naik harga, 247 turun harga dan 229 flat.

Pada awal perdagangan hari ini, sejumlah saham dengan nilai transaksi besar langsung melesat. Saham-saham bank berkapitalisasi besar pun terlihat kompak menguat sejak pembukaan pasar.

Melansir data Stockbit, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) cetak nilai transaksi terbesar mencapai Rp 1,29 triliun di sesi pertama hari ini. Diikuti, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 877,5 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 530,9 miliar.

Selanjutnya ada emiten bank berkapitalisasi besar lain, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi sebesar Rp 380,2  miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan nilai transaksi sebesar Rp 325,9 miliar. 

Riset Phintraco Sekuritas mengatakan, tren penguatan IHSG hari ini didorong oleh meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Lalu ada data penjualan ritel domestik Maret 2025 yang tumbuh 5,5% secara tahunan (YoY), meningkat dari 2% (YoY) pada Februari.

Dari sisi global, pelaku pasar mencermati data PPI April 2025 di AS yang diperkirakan naik 0,2% secara bulanan, membaik dari kontraksi 0,4% pada Maret lalu. Kenaikan ini menjadi sinyal awal pemulihan di sektor produksi atau manufaktur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)