Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Sido Muncul (SIDO) Bagikan Dividen Jumbo, Ini yang Harus Diperhatikan Investor

 

Emiten jamu dan farmasi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menunjukkan komitmennya terhadap pemegang saham dengan membagikan 100% laba bersih tahun buku 2024 sebagai dividen tunai. Namun ini terjadi di tengah penurunan laba bersih yang mencapai 40,4% pada kuartal I 2025.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila menilai bahwa saham SIDO masih menarik untuk dikoleksi.

“SIDO dari sisi sektor dan industri masih cukup defensif terhadap perekonomian. Pembagian dividen yang konsisten hingga saat ini juga menunjukkan bahwa manajemen masih punya komitmen terhadap pemegang saham,” terang Indy pada Kontan, (5/5).

Kendati adanya dividen yang menjadi daya tarik di tengah SIDO yang secara valuasi masih tinggi, Indy mengingatkan bahwa investor jangka panjang tetap perlu memantau strategi ekspansi dan fundamental perusahaan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan bahwa secara price to earnings ratio (PER), valuasi saham SIDO masih relatif mahal jika dibandingkan dengan emiten sejenis di sektor kesehatan. Saat ini, PER SIDO berada di kisaran 14 kali, yang dianggap tidak murah mengingat pertumbuhan kinerjanya cenderung stagnan dalam beberapa kuartal terakhir.

Namun, Indy juga membenarkan saat ditanya terkait kemungkinan pemangkasan dividen SIDO di periode selanjutnya.

“Betul, bisa jadi ada pemangkasan dividen di tahun depan karena ada kekhawatiran dari arus kas dan laba yang tertekan,” ujarnya.

Di sisi lain, SIDO masih mampu menjaga margin di tengah tekanan profitabilitas, meskipun sektor kesehatan secara umum juga mengalami pelemahan akibat kondisi ekonomi yang belum stabil dan minimnya dukungan regulasi pemerintah.

“Jika investor mengincar stabilitas dan pertumbuhan moderat, terutama momentum dividen, maka bisa di-hold. Tapi jika mencari saham dengan pertumbuhan lebih tinggi dan yield yang lebih besar, mungkin perlu lebih selektif lagi,” pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)