Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Saham-Saham Ini Banyak Dilego Asing Saat IHSG Cetak Rekor Baru Kemarin

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru pada perdagangan awal pekan ini di tengah penantian keputusan pemangkasan suku bunga Bank Sentral.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat bertambah 9,64 poin atau menguat 0,25% ke level 7.831,77 pada penutupan perdagangan,Selasa (17/8).

Total volume perdagangan saham di BEI pada Selasa mencapai 24,36 miliar dengan nilai transaksi Rp 11,97 triliun.

Kenaikan IHSG ditopang menguatnya 324 saham di BEI. Sementara itu, terdapat 257 saham yang turun dan 216 saham lainnya yang stagnan.

Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 678,82 miliar di seluruh pasar. 

Sementara dalam sepekan net buy asing tembus Rp 20,41 triliun.

Meski demikian, saham-saham ini juga banyak dijual asing pada Selasa.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Selasa:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 131,71 miliar
2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 117,45 miliar
3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 95,71 milar
4. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 90,0 miliar
5. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Rp 37,63 miliar
6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 25,71 miliar
7. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 17,2 miliar
8. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rp 12,61 miliar
9. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 11,65 miliar
10. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 8,1 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)