Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Jaya Konstruksi (JKON) Dapat Dividen Interim Rp 21,16 Miliar dari Anak Usaha

 

PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) mendapatkan dividen interim dari anak usahanya.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), JKON mendapatkan dividen interim dari anak usahanya, PT Jaya Beton Indonesia, sebesar Rp 21,16 miliar.

Transaksi tersebut terlaksana pada tanggal 20 September 2024.

Corporate Secretary JKON, CF Jopi Sulistio mengatakan, pengumuman pendapatan dividen dilakukan perseroan sekaligus untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

“Pelaksanaan transaksi tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi.

Di sisi lain, JKON diketahui melakukan penambahan modal sebesar Rp 7,51 miliar ke PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. Ini merupakan perusahaan air minum yang dimiliki perusahaan konsorsium yang beranggotakan Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON), Wijaya Karya (WIKA) dan Tirta Jabar. 

Presiden Direktur JKON Umar Ganda menyebut, penambahan modal tersebut dilakukan pada 20 September lalu. 

“Pelaksanaan transaksi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” ujarnya seperti dikutip dari Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/9). 

Asal tahu saja, PPT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) adalah perusahaan konsorsium yang berdiri pada 15 Februari 2021. 

WTJJ bertindak sebagai Entitas Pelaksana (BUP) dalam skema kemitraan Publik-Swasta (PPP) untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Jatiluhur.

Proyek ini bertujuan menyediakan akses air bersih untuk sekitar 2 juta penduduk di wilayah Karawang, Bekasi, dan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Melansir RTI, harga saham JKON pada perdagangan hari ini (23/9) ada di level Rp 98 per saham. Harga saham JKON turun 5,77% dalam sebulan, tetapi berhasil naik 10,11% sejak awal tahun alias year to date (ytd).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini