Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Minyak Mentah Mulai Mendaki, Ini Sentimen Pendorongnya

 

Harga minyak kembali mendaki naik pada awal pekan ini. Penguatan harga minyak didukung ancaman gangguan produksi Amerika Serikat (AS) akibat badai tropis, rilisnya  data ekonomi terbaru China, dan serangan terhadap lokasi penyimpanan bahan bakar Rusia.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak berada di US$ 68,56 per barel pada Senin (9/9) pukul 12.09 WIB. Harga itu naik 1,32% dari hari sebelumnya.

Research and Development ICDX Yoga Tirta mengatakan, ancaman badai tropis terbaru berpotensi mengganggu aktivitas produksi di sekitar Pantai Teluk AS, yang menyumbang sekitar 60% dari kapasitas penyulingan di AS.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan terbaru Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen China bulan Agustus tumbuh 0,6% dari periode

sama tahun lalu, dan naik 0,4% dibanding bulan sebelumnya. Sementara Indeks Harga Produsen dilaporkan turun 1,8% pada bulan Agustus.

"Data tersebut mengindikasikan bahwa permintaan domestik khususnya sektor ritel China telah membaik di tengah deflasi yang masih terus berlanjut," tulisnya dalam riset, Senin (9/9).

Sentimen positif lainnya, pasukan militer Ukraina telah menyerang lokasi penyimpanan bahan bakar di distrik Volokonovsky dekat wilayah perbatasan pada hari Minggu. Di hari yang sama, kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukan Rusia telah berhasil menguasai penuh kota Novohrodivka, sebuah kota di Ukraina timur.

Sementara itu, proposal gencatan senjata Gaza yang lebih rinci dan memuaskan Israel maupun Hamas, akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan, kata Direktur CIA William Burns sekaligus kepala negosiator AS pada hari Sabtu.

Burns menambahkan bahwa 90% isi proposal telah disetujui, sehingga diharapkan dari kedua belah pihak akan bersedia untuk maju menyelesaikan 10% sisanya.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 71 per barel.

"Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 66 per barel," tutup Yoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini