Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Minyak Mentah Mulai Mendaki, Ini Sentimen Pendorongnya

 

Harga minyak kembali mendaki naik pada awal pekan ini. Penguatan harga minyak didukung ancaman gangguan produksi Amerika Serikat (AS) akibat badai tropis, rilisnya  data ekonomi terbaru China, dan serangan terhadap lokasi penyimpanan bahan bakar Rusia.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak berada di US$ 68,56 per barel pada Senin (9/9) pukul 12.09 WIB. Harga itu naik 1,32% dari hari sebelumnya.

Research and Development ICDX Yoga Tirta mengatakan, ancaman badai tropis terbaru berpotensi mengganggu aktivitas produksi di sekitar Pantai Teluk AS, yang menyumbang sekitar 60% dari kapasitas penyulingan di AS.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan terbaru Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen China bulan Agustus tumbuh 0,6% dari periode

sama tahun lalu, dan naik 0,4% dibanding bulan sebelumnya. Sementara Indeks Harga Produsen dilaporkan turun 1,8% pada bulan Agustus.

"Data tersebut mengindikasikan bahwa permintaan domestik khususnya sektor ritel China telah membaik di tengah deflasi yang masih terus berlanjut," tulisnya dalam riset, Senin (9/9).

Sentimen positif lainnya, pasukan militer Ukraina telah menyerang lokasi penyimpanan bahan bakar di distrik Volokonovsky dekat wilayah perbatasan pada hari Minggu. Di hari yang sama, kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukan Rusia telah berhasil menguasai penuh kota Novohrodivka, sebuah kota di Ukraina timur.

Sementara itu, proposal gencatan senjata Gaza yang lebih rinci dan memuaskan Israel maupun Hamas, akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan, kata Direktur CIA William Burns sekaligus kepala negosiator AS pada hari Sabtu.

Burns menambahkan bahwa 90% isi proposal telah disetujui, sehingga diharapkan dari kedua belah pihak akan bersedia untuk maju menyelesaikan 10% sisanya.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 71 per barel.

"Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 66 per barel," tutup Yoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)