Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Harga Minyak Mentah Mulai Mendaki, Ini Sentimen Pendorongnya

 

Harga minyak kembali mendaki naik pada awal pekan ini. Penguatan harga minyak didukung ancaman gangguan produksi Amerika Serikat (AS) akibat badai tropis, rilisnya  data ekonomi terbaru China, dan serangan terhadap lokasi penyimpanan bahan bakar Rusia.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak berada di US$ 68,56 per barel pada Senin (9/9) pukul 12.09 WIB. Harga itu naik 1,32% dari hari sebelumnya.

Research and Development ICDX Yoga Tirta mengatakan, ancaman badai tropis terbaru berpotensi mengganggu aktivitas produksi di sekitar Pantai Teluk AS, yang menyumbang sekitar 60% dari kapasitas penyulingan di AS.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan terbaru Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen China bulan Agustus tumbuh 0,6% dari periode

sama tahun lalu, dan naik 0,4% dibanding bulan sebelumnya. Sementara Indeks Harga Produsen dilaporkan turun 1,8% pada bulan Agustus.

"Data tersebut mengindikasikan bahwa permintaan domestik khususnya sektor ritel China telah membaik di tengah deflasi yang masih terus berlanjut," tulisnya dalam riset, Senin (9/9).

Sentimen positif lainnya, pasukan militer Ukraina telah menyerang lokasi penyimpanan bahan bakar di distrik Volokonovsky dekat wilayah perbatasan pada hari Minggu. Di hari yang sama, kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukan Rusia telah berhasil menguasai penuh kota Novohrodivka, sebuah kota di Ukraina timur.

Sementara itu, proposal gencatan senjata Gaza yang lebih rinci dan memuaskan Israel maupun Hamas, akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan, kata Direktur CIA William Burns sekaligus kepala negosiator AS pada hari Sabtu.

Burns menambahkan bahwa 90% isi proposal telah disetujui, sehingga diharapkan dari kedua belah pihak akan bersedia untuk maju menyelesaikan 10% sisanya.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 71 per barel.

"Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 66 per barel," tutup Yoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025