Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Berpotensi Naik, Intip Rekomendasi Saham JPFA, HRUM, ULTJ, PNLF Hari Ini

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan. IHSG ditutup menguat 37,19 poin atau 0,48% ke 7.798,15 di akhir perdagangan Kamis (12/9).

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto melihat, pergerakan IHSG memasuki kondisi menguat terbatas, walaupun potensi untuk breakout cukup terbuka. 

"Kesimpulan dari perdagangan hari sebelumnya, Level 7.800 masih berstatus 'tersentuh' saja, masih belum berhasil ditembus," tulis William dalam riset hariannya, Jumat (13/9).

William juga mencermati, pada perdagangan kemarin, Kamis (12/9) investor asing mencatatkan posisi beli bersih (net buy) senilai Rp 1,04 triliun pada pasar reguler. Sedangkan nilai transaksi bursa secara total mencapai Rp 14 triliun. 

"Euforia pasar masih cukup kuat, dengan akumulasi asing lebih terlihat pada saham-saham second liner," ujarnya.

Secara teknikal, William mengamati IHSG masih dalam kondisi strong uptrend yang sudah berhasil menembus level 7700 dan saat ini dalam pergerakan menguji level 7800 sebelum menjadi support baru.

Memperhatikan faktor-faktor di atas, ia memproyeksikan hari ini, Jumat (13/9) IHSG berpotensi bergerak dalam kecenderungan menguat dalam range 7.780–7.833.

Berikut rekomendasi saham yang secara teknikal menarik dicermati hari ini:

1. PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

Analisa: pergerakan melemah namun berpotensi menjadi demand zone apabila berhasil mempertahankan level 1525 sebagai support.

  • Rekomendasi: Speculative buy
  • Support: Rp 1.525
  • Resistance: Rp 1.640

2. PT Harum Energy (HRUM)

Analisa: pergerakan harga membentuk pola head & shoulders namun berhasil rebound kembali di atas 1295 yang menjadi neckline.

  • Rekomendasi: Speculative buy
  • Support: Rp 1.295
  • Resistance: Rp 1.390

3. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ)

Analisa: pergerakan harga membentuk pola double bottom dengan neckline pada 1860 (pola belum terkonfirmasi).

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 1.790
  • Resistance: Rp 1.860

4. PT Panin Life (PNLF)

Analisa: pergerakan harga membentuk pola falling wedge dengan neckline pada 404 (pola sudah terkonfirmasi).

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 404
  • Resistance: Rp 484

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)